PHE Bidik Produksi Minyak 595 Ribu Barel per Hari di 2026 Lewat Revitalisasi Aset dan EOR

Jumat, 10 April 2026 | 13:17:48 WIB
PHE Bidik Produksi Minyak 595 Ribu Barel per Hari di 2026 Lewat Revitalisasi Aset dan EOR

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan produksi minyak pada tahun 2026. Perusahaan menargetkan produksi mencapai 595 ribu barel per hari (bph), naik sekitar 38 ribu bph dibandingkan realisasi tahun 2025 yang berada di level 557 ribu bph.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE, Edi Karyanto, menyampaikan bahwa target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui berbagai strategi penguatan operasional. Pernyataan itu disampaikan dalam acara media gathering di Malang, Jawa Timur.

Komposisi Produksi Minyak 2026 Dibagi dari Dalam dan Luar Negeri

Dalam rincian target produksi 2026, PHE memproyeksikan 404 ribu bph berasal dari produksi dalam negeri. Selain itu, 156 ribu bph akan disumbang dari sumur PHE di luar negeri, sementara 35 ribu bph berasal dari aktivitas merger and acquisition (M&A).

Struktur produksi ini menunjukkan bahwa PHE tidak hanya mengandalkan aset domestik, tetapi juga memperluas kontribusi dari aset global. Diversifikasi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan penurunan alamiah sumur migas.

Target Produksi Gas Naik Menjadi 2,81 BSCFD di Tahun 2026

Selain minyak, PHE juga menargetkan peningkatan produksi gas bumi pada 2026. Perusahaan membidik angka 2,81 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD), lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya.

Dari total tersebut, 2,44 BSCFD berasal dari dalam negeri, 279 BSCFD dari luar negeri, dan 89 BSCFD dari kontribusi M&A. Strategi ini memperlihatkan fokus perusahaan dalam memperkuat portofolio gas sebagai energi transisi.

Tantangan Penurunan Produksi dari Lapangan Migas Tua

PHE menghadapi tantangan besar dalam mencapai target tersebut, terutama dari sisi penurunan produksi alamiah atau decline rate. Saat ini, tingkat penurunan produksi mencapai 24 persen untuk minyak dan 21 persen untuk gas dari sumur eksisting.

Edi Karyanto menegaskan bahwa kondisi ini terjadi karena sebagian besar lapangan migas yang dikelola merupakan lapangan tua. Hal ini membuat perusahaan perlu melakukan intervensi teknis yang lebih agresif untuk menjaga stabilitas produksi.

Strategi Revitalisasi Aset dan Penerapan Teknologi EOR

Untuk menjawab tantangan tersebut, PHE menyiapkan strategi revitalisasi aset secara menyeluruh. Langkah ini mencakup pengembangan lapangan, optimalisasi sumur eksisting, hingga penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR).

Teknologi EOR menjadi salah satu fokus utama karena dinilai mampu meningkatkan perolehan minyak dari reservoir yang sudah menurun produktivitasnya. Dengan pendekatan ini, PHE berharap dapat menahan laju penurunan produksi sekaligus meningkatkan recovery factor.

Ekspansi Eksplorasi Melalui Pengeboran dan Seismik Baru

Selain revitalisasi, PHE juga memperkuat sisi eksplorasi untuk menambah cadangan migas baru. Perusahaan menargetkan 16 kegiatan pengeboran eksplorasi serta survei seismik sebagai bagian dari pengembangan sumber daya.

Kegiatan eksplorasi tersebut juga mencakup pengembangan migas nonkonvensional (MNK) dan ekspansi melalui M&A. Strategi ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi dalam jangka panjang.

Optimasi Aset, Fiskal, dan Implementasi CCS/CCUS

Di sisi lain, PHE juga menjalankan program optimasi aset dan fiskal guna meningkatkan efisiensi operasional. Salah satu inisiatif penting adalah implementasi teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Teknologi ini tidak hanya mendukung efisiensi produksi, tetapi juga memperkuat komitmen perusahaan terhadap pengurangan emisi karbon. Dengan demikian, strategi PHE tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Kinerja Produksi 2025 Jadi Fondasi Target Tahun Berikutnya

Sepanjang tahun 2025, PHE mencatat produksi minyak dan gas sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD). Produksi tersebut terdiri dari 557 ribu barel minyak per hari dan 2,76 BSCFD gas bumi.

Selain itu, perusahaan juga mencatat aktivitas operasional yang masif, termasuk 886 sumur eksploitasi, 1.288 pekerjaan workover, dan 37.259 kegiatan well service. Capaian ini menjadi fondasi penting dalam mendukung target pertumbuhan produksi ke depan.

Penguatan Eksplorasi dan Penambahan Cadangan Migas

Dalam aspek eksplorasi, PHE melakukan survei seismik 2D sepanjang 2.931 kilometer dan 3D seluas 855 kilometer persegi. Selain itu, dilakukan pula pengeboran eksplorasi sebanyak 20 sumur.

Dari aktivitas tersebut, perusahaan berhasil menemukan sumber daya migas kategori 2C sebesar 1.097 juta barel setara minyak. Kontribusi terbesar berasal dari sumur migas non-konvensional di area Aman Trough, Wilayah Kerja Rokan.

Pertumbuhan Cadangan Terbukti Menjadi Penopang Jangka Panjang

Selain penemuan sumber daya, PHE juga mencatat penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 313,7 juta barel setara minyak. Capaian ini menjadi indikator penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis hulu migas perusahaan.

Dengan kombinasi strategi eksplorasi, revitalisasi, dan teknologi, PHE menargetkan pertumbuhan produksi yang lebih stabil. Perusahaan optimistis target 595 ribu bph pada 2026 dapat dicapai melalui eksekusi program yang terukur dan berkelanjutan.

Terkini