Kenapa Penampilan Orang Kaya Justru Lebih Sederhana? Simak Alasannya

Selasa, 16 Juni 2026 | 18:51:02 WIB
Illustrasi orang kaya.

JAKARTA — Saat membayangkan orang kaya, banyak orang mungkin langsung teringat pada pakaian mahal, jam tangan mewah, tas berlogo besar, atau berbagai barang yang secara kasatmata menunjukkan harga fantastis. 

Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang kaya justru tampil sederhana. 

Mereka mengenakan kaus polos, sweater berwarna netral, celana kasual, sepatu tanpa logo mencolok, atau tas yang sekilas terlihat biasa saja. 

Bukan berarti mereka tidak peduli pada penampilan. Barang yang dikenakan bisa saja tetap bernilai tinggi. Hanya saja, kemewahan tersebut tidak ditampilkan secara terang-terangan.

Dalam dunia fesyen dan gaya hidup, gaya berpakaian seperti ini dikenal dengan istilah quiet luxury

Dalam kajian akademik, fenomena tersebut juga disebut inconspicuous consumption atau konsumsi yang tidak mencolok. Lantas, mengapa sebagian orang kaya justru memilih tampil sederhana?

Tidak semua orang kaya ingin terlihat kaya Sebagian orang kaya merasa tidak perlu menunjukkan status sosial mereka kepada semua orang. Mereka tetap membeli barang berkualitas tinggi, tetapi memilih desain yang sederhana dan tidak terlalu mencolok.

Studi "Signaling Status with Luxury Goods" menjelaskan bahwa konsumen kaya yang memiliki kebutuhan status sosial lebih rendah cenderung memilih produk mewah yang lebih subtil. Produk seperti ini umumnya tidak memiliki logo besar dan hanya dikenali oleh kalangan tertentu. 

Karena itu, pakaian yang terlihat sederhana belum tentu murah. Kaus polos, sweater netral, atau sepatu tanpa logo bisa saja memiliki harga yang sangat tinggi. Bedanya, simbol status tersebut tidak ditujukan untuk konsumsi publik.

Logo besar tidak selalu dianggap berkelas Pada masa lalu, logo besar menjadi cara paling mudah untuk menunjukkan status sosial. Namun kini, produk mewah dengan logo besar semakin mudah ditiru atau digunakan oleh banyak kalangan. 

Akibatnya, sebagian orang kaya mulai menjauh dari gaya yang terlalu mencolok. Studi "Conspicuous and Inconspicuous Consumption of Luxury Goods" menunjukkan bahwa ketika barang mewah semakin mudah diakses oleh kelas menengah, sebagian konsumen kaya beralih ke bentuk kemewahan yang lebih halus dan eksklusif.

Kesederhanaan bisa menjadi kode bagi mereka yang paham Bagi sebagian orang, sweater polos mungkin terlihat biasa saja. Namun, bagi mereka yang memahami dunia fesyen, barang tersebut bisa dikenali sebagai produk premium. 

Konsep quiet luxury bertumpu pada kualitas bahan, detail pengerjaan, dan eksklusivitas. Gaya ini adalah simbol status yang hanya terbaca oleh lingkaran tertentu.

Terlalu mencolok bisa dianggap berlebihan Gaya berpakaian konservatif dan tidak mencolok sering dikaitkan dengan kredibilitas profesional. 

Mengutip The Wall Street Journal, logo besar atau aksesori berlebihan justru sering dianggap kurang sesuai di lingkungan profesional atau kalangan elite. 

Pilihan sederhana mencerminkan kematangan dan kemampuan membaca situasi.

Ada faktor keamanan Barang mencolok berpotensi menjadi sasaran tindak kriminal. 

Mengutip MarketWatch, di tengah ketimpangan ekonomi, sebagian orang memilih mengurangi penggunaan barang mewah yang mencolok di tempat umum agar tetap nyaman tanpa terkesan memamerkan kekayaan.

Lebih mengutamakan kualitas daripada perhatian Bagi orang kaya, pakaian bukan lagi soal menarik perhatian. Mereka lebih fokus pada kenyamanan, kualitas bahan, dan daya tahan produk daripada sekadar memamerkan logo.

Terkini