Revitalisasi Stasiun Gambir Masuk Tahap Final, Anggaran Sepenuhnya dari KAI

Kamis, 18 Juni 2026 | 20:43:31 WIB
Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi.

JAKARTA - Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan bahwa proyek revitalisasi Stasiun Gambir terus berlanjut dan saat ini telah memasuki tahap finalisasi perencanaan.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwaghandi, mengungkapkan bahwa pendanaan proyek ini akan ditanggung sepenuhnya oleh KAI. 

Revitalisasi ini bertujuan menjadikan Stasiun Gambir sebagai simpul utama transportasi kereta api di kawasan Jakarta yang terintegrasi dengan moda lainnya.

"Anggarannya dari KAI. Kita ingin membuat di situ nanti terkoneksi dengan KRL dan segala macam. Jadi ada konektivitas antara Kereta Jarak Jauh (KAJJ) maupun Komuter," ujar Dudy kepada wartawan di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dudy menegaskan bahwa penataan ini tidak akan menambah kepadatan stasiun, karena perencanaan dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas lahan yang tersedia. 

Saat ini, otoritas perhubungan tengah menyusun aturan alih fungsi lahan di kawasan stasiun agar dapat dikelola secara penuh oleh KAI sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Integrasi Stasiun Gambir ke depannya diproyeksikan tidak hanya melayani KRL, tetapi juga terhubung dengan moda transportasi lain, termasuk akses menuju bandara, LRT, hingga Whoosh melalui stasiun di Cawang.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa penataan ulang perkeretaapian Jabodetabek juga mencakup penetapan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral atau hub nasional. 

Sementara itu, integrasi Stasiun Gambir dengan KRL diharapkan mampu mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Juanda dan Gondangdia, serta memberikan akses yang lebih inklusif ke kawasan pusat pemerintahan dan perkantoran.

Terkini