Smile Lines Muncul Lebih Cepat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kamis, 09 Juli 2026 | 02:18:01 WIB
Kenali Berbagai Penyebab Garis Senyum Muncul di Usia Muda [FOTO: NET].

JAKARTA - Garis senyum atau smile line merupakan lipatan yang membentang dari sisi hidung menuju sudut mulut. Secara alami, garis ini adalah bagian dari proses penuaan. Namun, bagi sebagian orang, garis tersebut bisa terlihat lebih jelas bahkan sejak usia muda. 

Menurut dokter kulit bersertifikat, Kavita Mariwalla, smile line atau nasolabial folds muncul akibat perubahan struktur wajah seiring bertambahnya usia, ditambah dengan faktor gaya hidup yang mempercepat kemunculannya.

Penyebab utamanya adalah berkurangnya volume wajah. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin yang menjaga kekenyalan kulit menurun, sementara bantalan lemak di area pipi mulai bergeser dan turun akibat gravitasi.

"Smile line terjadi karena hilangnya volume wajah secara alami seiring bertambahnya usia. Wajah memiliki tujuh bantalan lemak di area pipi yang perlahan bergeser dan turun dari posisi semula," kata Mariwalla, seperti disadur Byrdie, Rabu (8/7/2026).

Selain proses alami tersebut, gerakan wajah berulang seperti tersenyum atau tertawa dapat membentuk lipatan permanen saat elastisitas kulit berkurang. Mariwalla juga menekankan bahwa faktor eksternal turut memperparah kondisi ini.

"Meskipun smile line merupakan bagian alami dari penuaan, beberapa faktor gaya hidup dapat membuatnya semakin buruk, seperti kerusakan akibat sinar matahari, penurunan berat badan yang drastis, atau pola makan," ujarnya.

Paparan sinar ultraviolet dapat mempercepat kerusakan kolagen, sehingga penggunaan tabir surya setiap hari sangat dianjurkan. Selain itu, penurunan berat badan yang terlalu cepat juga dapat mengurangi volume lemak wajah. 

Untuk pencegahan, menjaga kelembapan kulit dan gaya hidup sehat sangat disarankan. Bagi yang ingin menyamarkan garis yang sudah terbentuk, dokter menyarankan prosedur medis seperti filler asam hialuronat, namun tetap harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis yang kompeten.

Terkini