Termasuk di IKN, Pemerintah Siapkan 17 Sekolah Terintegrasi

Senin, 20 Juli 2026 | 18:48:02 WIB
Pemerintah Bangun 17 Sekolah Nasional Terintegrasi, Termasuk IKN [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan pembangunan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahun ini dari total 37 lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Sebanyak 17 lokasi direncanakan mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026/2027," ucap Abdul Mu'ti dalam agenda Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Ke-17 lokasi tersebut mencakup Kabupaten Bogor, Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Mimika, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, serta Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Mu'ti menjelaskan bahwa penentuan lokasi dilaksanakan secara bertahap lewat mekanisme pengusulan, penelaahan dokumen, verifikasi dan validasi di lapangan, hingga kepastian kesiapan lahan serta dukungan dari pemerintah daerah.

"17 SNT yang akan beroperasi tahun 2026 telah disiapkan masa transisi yang memadai, baik bangunan baru seperti di IKN, UPT Kemendikdasmen, dan tempat belajar lainnya yang disediakan oleh daerah," tegasnya.

Di samping itu, terdapat 20 lokasi lain yang mulai memasuki proses pembangunan pada tahun 2026. Namun, 20 SNT tersebut baru akan membuka pendaftaran siswa baru pada tahun 2027.

Bersamaan dengan upaya tersebut, pemerintah turut merancang kesiapan tata kelola kelembagaan, penunjukan kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, penyusunan kurikulum, materi ajar, Learning Management System (LMS), ruang belajar, panduan MPLS, tim transisi, hingga sistem penerimaan murid baru.

Terkait proses penerimaan siswa baru, Mu'ti menjamin bahwa seluruh tahapan akan diselenggarakan secara objektif, transparan, inklusif, adil, dan terukur secara akuntabel.

"SPNB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) akan dimulai tanggal 21 Juli sampai 24 Juli 2026," kata dia.

Hasil seleksi akan diumumkan pada 3 Agustus 2026, sedangkan pelaksanaan MPLS akan dimulai pada 10 Agustus 2026.

"Murid SNT akan diberikan sarana dan prasarana yang sangat memadai untuk menunjang tumbuh kembang mereka sesuai dengan bakat, minat, dan potensi secara optimal," ucap Mu'ti.

Mu'ti menekankan bahwa seluruh informasi mengenai SPNB SNT hanya akan disalurkan melalui media resmi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, serta portal resmi SNT.

"Tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar protokol resmi," tandasnya.

Terkini