Ekspor 38 Ton Kopi Jabar ke Tiongkok dan Maroko Perkuat Posisi Global

Rabu, 22 Juli 2026 | 21:47:01 WIB
Kopi Jabar Tembus Pasar Global [FOTO: NET].

JAKARTA - Produk kopi asal Jawa Barat kembali menembus kancah internasional lewat pengapalan ke Tiongkok dan Maroko. Sebanyak dua kontainer kopi dengan total bobot 38,4 ton senilai US$227.443,2 diberangkatkan dari Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) KAI-ASLI Gedebage, Bandung, sebagai buah dari penguatan ekosistem SRG yang merangkul pemerintah, petani, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, serta pengelola gudang. 

Pengapalan tersebut mencakup satu kontainer kopi Robusta Grade 2 seberat 19,2 ton senilai US$71.040 yang dikirim menuju Maroko dan satu kontainer kopi Arabica Semi-Wash seberat 19,2 ton senilai US$156.403,2 yang dialamatkan ke Tiongkok. Prestasi ini kian memantapkan posisi kopi Jawa Barat sebagai salah satu komoditas andalan yang semakin kompetitif di pasar global.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Nining Yulistiani mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung beserta berbagai pihak terkait turut memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem SRG sebagai perangkat pembiayaan sekaligus sarana mengatrol daya saing komoditas ekspor.

"Keberhasilan pengiriman kopi ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha," katanya dikutip Rabu (22/7/2026).

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya menyatakan bahwa penerapan SRG secara optimal sanggup mendongkrak nilai tambah komoditas di samping memperluas jangkauan ekspor. 

Menurutnya, keberhasilan pengiriman kopi ke Tiongkok dan Maroko membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha sanggup mewujudkan ekosistem SRG yang tangguh dan berkesinambungan.

Rangkaian ekosistem tersebut menggandeng para petani yang bernaung di Koperasi Gunung Luhur Berkah, PT Sucofindo sebagai pengelola Gudang SRG, PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pemilik fasilitas sekaligus pencetus SRG berbasis rel, serta PT Kliring Berjangka Indonesia bertindak sebagai pusat registrasi SRG.

 Sokongan pendanaan turut disalurkan oleh Bank BJB bersama PT ASLI Pangan Indonesia yang menghimpun para investor di dalam ekosistem tersebut.

Momentum pengapalan ini dipastikan berlanjut. Selepas pelepasan dua kontainer perdana, diagendakan pengiriman delapan kontainer kopi Arabica Semi-Wash dengan volume total 153,6 ton senilai US$1.251.225,60 menuju Tiongkok. Seluruh komoditas itu bersumber dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage.

Optimalisasi SRG dipandang bukan hanya berfungsi sebagai instrumen pembiayaan yang memudahkan petani mendapatkan modal tanpa perlu melepas hasil panen kala harga merosot, melainkan pula memperkokoh rantai pasok ekspor. 

Penyimpanan lewat mekanisme SRG terbukti memelihara kualitas kopi sehingga sanggup memenuhi standar pasar internasional.

Dengan semakin bertambahnya negara tujuan ekspor ke Tiongkok dan Maroko, kopi Jawa Barat mempunyai kans yang lebih besar guna melakukan diversifikasi pasar. Situasi ini diharapkan mampu memotivasi para pelaku usaha agar senantiasa meningkatkan mutu produk, mempertahankan kelangsungan pasokan, serta memperluas jaringan perdagangan internasional.

Terkini