Kementerian UMKM Catat Penyaluran KUR Sektor Produksi 64 Persen

Jumat, 24 Juli 2026 | 19:47:01 WIB
Kemenkop UMKM: Penyaluran KUR Sektor Produksi Capai 64 Persen [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengemukakan bahwa realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialokasikan bagi sektor produksi mengalami peningkatan hingga menyentuh level 64,78 persen per tanggal 22 Juli 2026, manakala dibandingkan dengan capaian pada tahun 2025 yang berada di angka 60,7 persen.

“Artinya memang efektif sekali dorongan kebijakan, ya. Dorongan regulasi kebijakan untuk mengarahkan sektor-sektor itu ke mana,” ujar Sekretaris Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Loto Srinaita Ginting dalam acara Economic Briefing 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat.

Loto menerangkan bahwa porsi dominan dari penyaluran KUR pada umumnya selama ini kerap dikuasai oleh sektor perdagangan. Oleh sebab itu, imbuhnya, pihak pemerintah melakukan intervensi lewat instrumen kebijakan KUR.

Sepanjang tahun 2025 lalu, Loto menuturkan bahwa pemerintah menerapkan intervensi kebijakan KUR dengan mewajibkan agar sekurang-kurangnya 60 persen dari total keseluruhan penyaluran KUR wajib disasarkan kepada para pelaku UMKM yang bergerak di sektor produksi.

“Nah, itu (target 2025) bisa tercapai. Kemudian, untuk 2026, targetnya 65 persen sektor produksi bisa tercapai. Sekarang sudah ke arah 65 persen, yaitu sekitar 64 persen sekarang,” ucap Loto.

Berdasarkan pandangan Loto, pencapaian tersebut memperlihatkan secara nyata bagaimana kuatnya pengaruh keberpihakan pemerintah terhadap penentuan arah distribusi kredit usaha rakyat.

Kementerian UMKM sendiri mematok target nilai penyaluran KUR untuk tahun 2026 sebesar Rp295 triliun, dengan ketentuan 65 persen di antaranya difokuskan menyasar sektor produksi. Di samping itu, kementerian tersebut turut menetapkan target sebanyak 1.372.311 debitur baru serta 1.105.793 debitur graduasi.

Berdasarkan catatan per tanggal 22 Juli 2026, angka realisasi nilai penyaluran KUR tercatat sebesar Rp169,07 triliun, di mana porsi penyaluran yang dikhususkan bagi sektor produksi bernilai Rp109 triliun atau setara dengan persentase 64,78 persen.

Selanjutnya, mengacu pada data dari Kementerian UMKM per bulan Mei 2026, jumlah pencapaian debitur baru telah mencapai 1.147.082 debitur atau merepresentasikan 83,5 persen, sementara jumlah debitur graduasi tercatat sebanyak 511.208 debitur atau mencakup 46,2 persen.

“Jadi, sekali lagi kami menyatakan bahwa UMKM bisa,” kata Loto.

Terkini