Terima Dukungan Ijtima Ulama PKB, Ini Tanggapan Prabowo

Minggu, 26 Juli 2026 | 16:32:34 WIB
Prabowo Sebut Dukungan Ijtima Ulama PKB Sebagai Hadiah Perintah [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa sokongan yang disampaikan via Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia di acara Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berperan sebagai "hadiah" yang sekaligus menjelma menjadi mandat baginya guna mengelola roda pemerintahan selaras dengan konstitusi. 

Momen tersebut diungkapkan oleh Prabowo ketika menyampaikan pidato pada perayaan Harlah Ke-28 PKB bertempat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, hari Kamis (23/7/2026).

"Hari ini saya dapat hadiah lagi luar biasa itu. Langsung dibacakan tadi Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Luar biasa ini," kata Prabowo.

Di dalam sesi pidatonya, Prabowo menggarisbawahi salah satu butir kesepakatan yang berisi sokongan terhadap berbagai langkah strategis kabinet dalam memantapkan kedaulatan negara, merintis kemandirian ekonomi, mempercepat proses industrialisasi serta hilirisasi, merealisasikan ketahanan pangan beserta energi, mendongkrak mutu sumber daya manusia, sekaligus mengembalikan haluan pembangunan nasional ke jalur Pancasila serta Pasal 33 UUD 1945.

Menurut pandangan Prabowo, dukungan tersebut pada hakikatnya merupakan sebuah amanat yang seirama dengan prinsip serta arah kebijakan pemerintahannya.

"Ini perintah lagi ini. Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya, saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Prabowo turut menyoroti butir lain dalam Kesepakatan Ijtima Ulama yang menitikberatkan urgensi menjaga agar negara yang kuat tetap berada di jalur konstitusi, asas keadilan, serta tata kelola pemerintahan yang baik, di samping memperkokoh komitmen para ulama dalam membina umat, bangsa, serta negara.

Dirinya mengaku menyampaikan rasa terima kasih atas sokongan tersebut, sembari membandingkannya dengan momen perayaan Harlah PKB pada tahun sebelumnya.

"Tahun lalu saya dapat perintah, tahun ini saya dapat hadiah yang bersifat perintah juga," katanya disambut tawa hadirin.

Bahkan, Prabowo sempat melempar candaan bahwa partai politik lain patut mencontoh cara PKB dalam melabuhkan dukungan politik bagi pemerintah.

"Partai-partai lain perlu belajar dari PKB. Ini ada kelebihan-kelebihannya. Mungkin Gus Dur lagi lihat dari atas itu," ujarnya.

Menjelang akhir pidatonya, Prabowo kembali membahas atribut berinskripsi Prabowonomics yang dikenakan oleh para hadirin Harlah PKB. Dirinya mengaku merasa amat dihargai, meskipun kembali menegaskan bahwa ia tidak pernah memberikan izin pemakaian namanya guna melabeli mazhab ekonomi yang diterapkannya.

"Bahkan Gerindra saja enggak pakai kaos seperti kalian. Gerindra enggak pakai karena mereka tahu saya enggak izinkan. Kalau kalian minta izin, tidak mungkin saya izinkan," katanya.

Prabowo menegaskan bahwa sistem ekonomi yang diusung oleh pemerintah bukanlah model ekonomi yang melekat pada individu tertentu, melainkan wujud penerapan dari ekonomi Pancasila serta mandat konstitusi.

"Saya bukan mau sok merendah. Memang saya enggak pantas. Ini adalah ekonomi Pancasila, ini ekonomi konstitusi, ini ekonomi rakyat. Tapi saya merasa sangat dihormati," ujar Prabowo.

Terkini