Pembiayaan Tumbuh 9%, BTPN Syariah Kantongi Laba Rp655 Miliar

Minggu, 26 Juli 2026 | 18:19:31 WIB
BTPN Syariah Raup Laba Rp655 Miliar pada Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank BTPN Syariah Tbk. membukukan laba bersih senilai Rp655 miliar sepanjang semester I/2026. Pencapaian perusahaan ditopang oleh kualitas pembiayaan yang terjaga di tengah upaya memperluas ekspansi pembiayaan ke ranah baru.

Memasuki usia ke-12 tahun, bank syariah yang menitikberatkan fokus pada pemberdayaan kelompok ultra mikro tersebut mencatatkan total aset sejumlah Rp23 triliun atau naik 8% secara tahunan (year-on-year/YoY). 

Sementara itu, penyaluran pembiayaan menyentuh angka Rp11 triliun, melonjak 9% jika disandingkan dengan rentang waktu yang sama tahun lalu.

Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menyatakan bahwa mutu pembiayaan yang sehat bertindak sebagai fondasi utama ekspansi perusahaan. Di samping itu, mutu pembiayaan turut merefleksikan penguatan kapasitas nasabah dalam mengelola bisnisnya.

"Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan," ujar Fachmy dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (25/7/2026).

Dalam rentang waktu 12 tahun belakangan, BTPN Syariah tidak hanya menggelontorkan pembiayaan bagi sektor ultra mikro, melainkan turut menyertakan pendampingan kepada para nasabah guna mengembangkan usaha serta mendongkrak taraf hidup keluarga. 

Bantuan tersebut dikonsentrasikan pada pembentukan empat perilaku unggul atau BDKS, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.

Perusahaan meyakini strategi tersebut sanggup memperkuat ketahanan nasabah dalam menghadapi pelbagai rintangan usaha sekaligus memelihara mutu pembiayaan.

Di samping mengoptimalkan bisnis utama, BTPN Syariah mulai merintis pembiayaan di luar sektor komunitas sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang. Perluasan tersebut mencakup pembiayaan perorangan serta pembiayaan kepada institusi nonkeuangan.

Perusahaan memandang diversifikasi pembiayaan tersebut diestimasikan mampu memperkokoh pilar bisnis, membuka sumber pemasukan baru yang berkesinambungan, serta menaikkan nilai bagi para pemangku kepentingan.

Dari sudut pandang rasio finansial, BTPN Syariah membukukan return on assets (ROA) di level 7,2% serta capital adequacy ratio (CAR) pada angka 58,7%, yang mengindikasikan bahwa kondisi permodalan tetap tangguh dalam menopang ekspansi bisnis ke depan.

Terkini