SMRA Mulai Pembangunan TOD Stasiun Bekasi Ekstensi Rp78 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 | 01:23:02 WIB
Summarecon (SMRA) Bangun Stasiun Ekstensi Bekasi Senilai Rp78 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) secara resmi mengawali langkah pembangunan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi sebagai bagian integral dari pengembangan kawasan perkotaan terpadu Summarecon Bekasi.

 Pihak perseroan menggelontorkan dana investasi senilai kisaran Rp78 miliar untuk membiayai tahap awal pembangunan proyek tersebut dengan target durasi penyelesaian rampung dalam rentang waktu 18 bulan.

Inisiatif pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi ini terwujud berkat adanya sinergi kolaborasi antara pihak Summarecon dengan jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam rangka memajukan pembangunan kawasan berbasis transit (TOD).

President Director SMRA, Adrianto P. Adhi, mengemukakan bahwa pembangunan fasilitas stasiun tersebut menandai fase permulaan dari proyek pengembangan kawasan TOD Summarecon Bekasi yang nantinya akan terhubung secara terintegrasi dengan beragam pilihan moda transportasi massal.

"Pengembangan TOD Summarecon ini akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kawasan terpadu Summarecon Bekasi selanjutnya," ujarnya dikutip, Minggu (26/7/2026).

Menurut penjelasan lebih lanjut dari dirinya, kehadiran bangunan Stasiun Bekasi Ekstensi sama sekali tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran operasional dari Stasiun Bekasi yang sudah berjalan saat ini. 

Sebaliknya, kedua stasiun tersebut justru dirancang untuk saling melengkapi guna mengurai potensi kepadatan jumlah penumpang sekaligus mengoptimalkan tingkat konektivitas kawasan.

Ia memaparkan bahwa fasilitas Stasiun Bekasi Ekstensi nantinya diproyeksikan untuk melayani para penumpang yang berasal dari wilayah kawasan sebelah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting akan difokuskan secara khusus untuk melayani masyarakat dari arah wilayah utara dan timur. 

Melalui skema pembagian layanan tersebut, tingkat mobilitas harian masyarakat diharapkan dapat berjalan jauh lebih efisien sekaligus kian mendongkrak minat pemanfaatan sarana transportasi massal.

"Melalui Stasiun Bekasi Ekstensi yang merupakan bagian dari TOD Summarecon, masyarakat Bekasi akan terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang. Inisiatif ini akan mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, meningkatkan konektivitas kawasan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan," imbuhnya.

Manakala proses pembangunan struktur stasiun ini telah selesai sepenuhnya, pihak Summarecon berencana meneruskan langkah pengembangan kawasan mixed use yang tersambung langsung dengan sarana transportasi publik. 

Realisasi lanjutan dari mega proyek tersebut nantinya bakal disesuaikan secara adaptif dengan dinamika perkembangan tingkat permintaan pasar serta geliat aktivitas di zona kawasan TOD.

Di samping itu, pihak perseroan turut merancang pembangunan jalur infrastruktur transportasi massal sepanjang kira-kira 5 kilometer yang nantinya akan membentang dari wilayah Bekasi Utara melalui kawasan Summarecon Bekasi, melintasi area TOD tersebut hingga tersambung langsung dengan stasiun LRT Jabodebek.

"Nanti pada saatnya kami akan melanjutkan dengan pengembangan jalur transportasi massal yang akan menghubungkan wilayah Bekasi Utara melalui Summarecon Bekasi, melewati TOD ini hingga bertemu dengan Stasiun LRT di pinggir tol," jelas Adrianto.

Secara teknis, Stasiun Bekasi Ekstensi ini dibangun di atas lahan dengan luas mencapai 7.038 meter persegi serta memiliki total luas bangunan seluas 6.733 meter persegi. Struktur bangunan fisik stasiun dirancang setinggi tiga lantai yang dilengkapi pula dengan koridor penghubung serta jembatan layang (sky bridge) guna menunjang kelancaran integrasi antar-moda transportasi.

Berpotensi Jadi Sumber Pendapatan Baru

Adrianto menilai bahwa pengembangan kawasan berbasis transit-oriented development ini menyimpan potensi besar dalam melahirkan pusat titik aktivitas ekonomi baru di wilayah Bekasi. Tingginya intensitas mobilitas masyarakat di kawasan simpul transit tersebut diyakini mampu mendongkrak nilai komersial kawasan sekaligus membuka peluang lahirnya sumber-sumber aliran pendapatan baru bagi perseroan.

"Potensinya tentu dengan adanya transit-oriented development akan menjadi sebuah hub masyarakat. Dengan adanya crowd dan density, aktivitas komersial akan ikut berkembang," ujarnya.

Dalam catatan target bisnisnya, pihak SMRA mematok target perolehan marketing sales atau prapenjualan sebesar Rp5,2 triliun khusus untuk tahun buku 2026. Angka target tersebut rencananya bakal ditopang sepenuhnya lewat kontribusi penjualan dari seluruh portofolio proyek properti milik perseroan yang tersebar merata di sembilan kawasan kota mandiri terpadu.

Pihak manajemen menyatakan rasa optimismenya bahwa target tersebut dapat tercapai dengan baik, seiring dengan tren perolehan angka penjualan yang terpancar secara positif. 

Pada pelaporan kinerja kuartal I/2026 yang lalu, Summarecon sukses membukukan perolehan nilai penjualan properti sebesar Rp1,2 triliun, atau mencatatkan eskalasi peningkatan sebesar 37% apabila dikomparasikan dengan perolehan pada rentang periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkini