Tembus Rp4,31 Triliun, Laba Indosat Naik 84,5% di Semester I/2026

Selasa, 28 Juli 2026 | 01:00:57 WIB
Laba Bersih Indosat (ISAT) Melesat 84,5% Jadi Rp4,31 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatatkan lonjakan laba bersih mencapai 84,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga menyentuh angka Rp4,31 triliun pada paruh pertama 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekspansi pendapatan, peningkatan tingkat profitabilitas, serta perolehan keuntungan satu kali (one-off gain) hasil dari monetisasi lini bisnis FiberCo.

Berdasarkan dokumen laporan keuangan interim yang belum diaudit, perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp4,31 triliun selama semester I/2026, yang mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan perolehan Rp2,34 triliun pada periode serupa di tahun sebelumnya. 

Di sisi lain, total pendapatan perseroan ikut merangkak naik 13,1% YoY ke level Rp30,65 triliun, sementara perolehan EBITDA bertumbuh 13,6% menjadi Rp4,60 triliun dengan stabilitas margin EBITDA yang tetap terjaga pada posisi 47,6%.

"Kinerja tersebut mencerminkan kekuatan model bisnis yang semakin skalabel, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta kemampuan perseroan menciptakan pertumbuhan yang berkualitas di tengah persaingan industri telekomunikasi," jelas Manajemen Indosat dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Meninjau dari sektor operasional, lini pendapatan seluler masih memegang peranan sebagai kontributor terbesar dengan total nilai mencapai Rp25,53 triliun atau mencakup sekitar 83,3% dari keseluruhan pendapatan, yang sekaligus tumbuh 12,2% jika disandingkan dengan semester I/2025.

Sementara itu, kategori segmen Multimedia, Komunikasi Data, serta Internet (MIDI) membukukan laju pertumbuhan paling pesat yakni sebesar 18,5% hingga mencapai Rp4,69 triliun, sedangkan pendapatan dari lini telekomunikasi tetap terkerek naik 8,4% menjadi Rp431,9 miliar.

Pihak perseroan memaparkan bahwa eskalasi laba bersih utamanya dipicu oleh ekspansi pendapatan serta kenaikan pos penghasilan operasional lain-lain. Salah satu elemen penopang utamanya bersumber dari keuntungan satu kali dari proses monetisasi FiberCo pada semester I/2026, kendati sebagian terimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa, biaya penyusutan, amortisasi, pengeluaran karyawan, pos pemasaran, serta administrasi.

Indosat turut membukukan laba usaha senilai Rp7,74 triliun atau menanjak 49,3% YoY. Di sisi lain, pembengkakan beban operasional tercatat hanya naik 4,5% menjadi Rp22,92 triliun, yang berada di bawah laju pertumbuhan pendapatan sehingga turut memperkuat perolehan profitabilitas.

Aspek kinerja operasional ini juga disokong oleh perbaikan kualitas basis pelanggan. Rata-rata pendapatan per pengguna atau ARPU (average revenue per user) seluler gabungan meningkat 17,3% ke angka Rp46.000, diiringi lonjakan trafik data sebesar 19,9% menjadi 9.892 petabyte (PB). Total keseluruhan pelanggan seluler tercatat berada di kisaran 93,4 juta hingga penghujung Juni 2026.

Guna mengimbangi peningkatan trafik tersebut, Indosat memperluas jangkauan infrastruktur jaringan dengan mengoperasikan sekitar 214.000 BTS 4G serta lebih dari 10.000 BTS 5G hingga berakhirnya semester I/2026. Jumlah BTS 5G tersebut tercatat melesat lebih dari 11 kali lipat jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu.

Di samping memperkuat fondasi infrastruktur, pada tahun ini Indosat menjalin aliansi strategis bersama Arsari Group lewat pendirian PT Infra Fiber Teknologi (IFT) untuk membangun ekosistem infrastruktur fiber digital terbuka (open access). Perseroan pun menggandeng pihak Nokia guna melakukan modernisasi jaringan melalui penerapan teknologi 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) demi mendongkrak kualitas layanan digital bagi para pelanggan.

Terkini