Jelang FOMC The Fed, Nilai Tukar Rupiah Tertekan ke Rp17.960-Rp18.020

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:14:31 WIB
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.960-Rp18.020 per Dolar AS Hari Ini [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksikan akan bergerak secara fluktuatif dan ditutup dalam zona pelemahan pada kisaran level Rp17.960 hingga Rp18.020 per dolar Amerika Serikat pada hari ini, Rabu (29/7/2026). 

Berdasarkan acuan data Trading View, rupiah sebelumnya ditutup melemah sebesar 0,15% atau terpangkas 26,50 poin ke posisi Rp17.962 per dolar AS dalam sesi perdagangan hari Selasa (28/7/2026). Di saat yang bersamaan, pergerakan indeks dolar AS (DXY) terpantau mengalami penguatan sebesar 0,01% ke level 101,54.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memaparkan bahwa para pelaku pasar keuangan saat ini tengah menunggu hasil keputusan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) milik The Fed yang diagendakan berlangsung pada tanggal 28-29 Juli 2026 guna menentukan arah kebijakan suku bunga. The Fed sendiri diestimasikan bakal mempertahankan tingkat suku bunga acuan dengan probabilitas mencapai kisaran 62%.

"Namun, prospek kebijakan moneter cenderung fluktuatif bulan ini di tengah situasi yang dinamis di Timur Tengah. Harga minyak sempat melonjak sekitar 20% dalam dua minggu saat AS dan Iran saling melancarkan serangan terkait kendali atas Selat Hormuz," kata Ibrahim, Selasa (28/7/2026).

Ibrahim mengemukakan pula bahwa para investor turut mencermati pernyataan dari calon Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, menyusul rekam jejak komentarnya yang cenderung mengarah pada pendekatan hawkish. Warsh, kata Ibrahim, telah menegaskan komitmen kuatnya untuk terus memelihara stabilitas tingkat harga.

Sementara itu, meninjau dari faktor domestik, Ibrahim menjelaskan bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisinya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) secara mendadak sempat menuai sentimen negatif dari pasar.

"Hal ini karena dalam jangka pendek akan meningkatkan ketidakpastian pasar akibat transisi kepemimpinan yang baru di tengah depresiasi nilai tukar rupiah, derasnya outflow dana asing, serta potensi tren kenaikan suku bunga global," ujarnya.

Menurut pandangannya, atensi para pelaku pasar berikutnya akan terfokus pada penetapan figur Gubernur BI yang definitif. 

Pengangkatan Gubernur BI yang baru secara resmi, yang selaras dengan ekspektasi pasar serta memastikan kelancaran proses transisi kepemimpinan, diharapkan mampu mempertahankan kredibilitas serta independensi bank sentral dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Berdasarkan laporan analitik dari Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, nilai tukar rupiah dibuka melemah sebesar 0,14% ke level Rp18.109. Tekanan pelemahan tersebut tidak hanya dialami oleh rupiah terhadap dolar AS, melainkan juga terjadi pada sejumlah mata uang utama di kawasan Asia lainnya. 

Koreksi terdalam terhadap dolar AS dicatatkan oleh dolar Taiwan yang terdepresiasi sebesar 0,27%, disusul oleh pergerakan mata uang won Korea yang melemah sebesar 0,05%.

Menjelang siang hari tepatnya pukul 12.45 WIB, posisi nilai tukar rupiah kian terdepresiasi sebesar 0,13% atau turun 23,4 poin sehingga berada di level Rp18.078 per dolar AS.

Terkini