Pemerintah Dorong Transisi Transportasi ke Energi Listrik

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:08:02 WIB
Prabowo: Moda Transportasi Indonesia Segera Beralih ke Listrik [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengemukakan bahwa berbagai sarana transportasi di tanah air ke depannya bakal bermigrasi memakai daya listrik, seirama dengan langkah kabinet merancang sistem energi hijau serta energi terbarukan.

"Kami akan bangun energi yang hijau. Energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kami nanti dari listrik, truk kami, bus kami, mobil kami, motor kami," kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

Prabowo mengutarakan bahwa ekspansi angkutan berbasis listrik ini menjelma sebagai komponen dari haluan pembangunan energi nasional yang menjunjung tinggi energi hijau beserta energi terbarukan.

Di sela momen itu, Kepala Negara turut menekankan bahwa kereta api memegang porsi vital dalam menopang bidang pariwisata.

Beliau memandang bahwa peremajaan ratusan stasiun kereta api yang dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sanggup menjelma sebagai daya pikat wisata di samping menjadi bagian dari perubahan skala nasional.

"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik," kata Presiden.

Prabowo menuturkan bahwa perlindungan terhadap stasiun-stasiun kuno mampu memancing minat pelancong domestik maupun asing yang menggemari pelesiran sejarah serta kebudayaan.

Menurutnya, konservasi stasiun turut menjadi esensi dari ikhtiar merawat rekam jejak masa lalu sekaligus menjalankan perbaikan di pelbagai sektor.

"Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari lestarikan sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kami sebagai bangsa untuk di semua bidang kami lakukan transformasi," kata Prabowo.

Presiden pun menginstruksikan agar penataan fasilitas di area stasiun dijalankan dengan mengindahkan aspek kebersihan, kerapian, serta keindahan lingkungan.

"Kami ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat," tuturnya.

Kepala Negara berpendapat bahwa perbaikan sarana prasarana perhubungan serta penyelamatan bangunan lampau sanggup mendongkrak daya pikat pariwisata di bermacam daerah.

Penyegaran stasiun, sebut Presiden, diharap mampu mengawal proses perubahan bangsa lewat penyediaan fasilitas umum yang jauh lebih layak serta terpelihara.

Terkini