Desa Tangguh Jadi Fondasi Utama ASEAN Hadapi Bencana dan Iklim

Jumat, 31 Juli 2026 | 18:58:31 WIB
Indonesia Tegaskan Desa Tangguh Kunci Resiliensi Hadapi Bencana [FOTO: NET].

JAKARTA - Republik Indonesia kembali menggaungkan urgensi kehadiran desa beserta komunitas tingkat lokal yang kuat guna membangun ketahanan terhadap ancaman perubahan iklim serta bencana alam pada rangkaian Pertemuan Komite Penanggulangan Bencana ASEAN (ACDM) ke-48.

Berdasarkan pemaparan Deputi Bidang Sistem dan Strategi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati, langkah strategis tersebut merupakan bentuk pengejawantahan Visi Komunitas ASEAN 2045 ke dalam aksi nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

"Indonesia percaya bahwa masyarakat lokal yang resilient merupakan fondasi dari kawasan ASEAN yang resilient," ucap Raditya dalam diskusi "ASEAN Village to the World" untuk mewujudkan ketangguhan berkelanjutan ASEAN di sela-sela Pertemuan ACDM ke-48 di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/7/026).

Lewat siaran pers resmi yang diterima di Jakarta pada hari Jumat, forum diskusi tersebut mengulas implementasi lanjutan dari gagasan Indonesia semasa memegang tampuk keketuaan ASEAN tahun 2023 dengan memposisikan desa dan kelompok masyarakat lokal sebagai garda terdepan mitigasi bencana serta krisis iklim.

Hasil diskusi secara tegas menggarisbawahi bahwa ketahanan desa amat krusial guna menopang resiliensi kawasan regional dari ancaman iklim, di samping menekankan perlunya pengarusutamaan konsep ketahanan berkelanjutan ke dalam berbagai bidang kerja sama ASEAN.

Selaras dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Nugroho Setijo Nagoro, sependapat bahwa perwujudan resiliensi menghadapi bencana dan perubahan iklim mutlak berawal dari level pedesaan.

Ia pun menawarkan tiga rumusan taktik demi merealisasikan ketahanan desa tingkat ASEAN, yang meliputi penetapan desa sebagai penggerak utama, penerapan siklus pembangunan yang berpusat pada desa, serta penguatan sinergi multipihak.

Di sisi lain, Wakil Dekan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran Dr. Sc. Yoga Andriana Sendjaja berpandangan bahwa upaya merawat kearifan lokal dalam rangka membentuk ketahanan desa yang berkesinambungan dapat lebih dioptimalkan lewat keterlibatan aktif institusi perguruan tinggi serta kalangan generasi muda.

Dalam kesempatan sidang forum tersebut, delegasi Indonesia turut mengajukan usulan untuk mendalami lebih jauh strategi penerapan Deklarasi Pemimpin ASEAN mengenai Ketahanan Berkelanjutan yang disahkan menjelang tahun 2030.

Selain itu, forum ACDM juga mencapai kesepakatan bersama terkait draf rekomendasi kebijakan beserta kerangka peta jalan kemitraan strategis guna memantapkan status kawasan ASEAN sebagai wilayah yang tangguh, merata, serta kompetitif dalam memperkokoh ketahanan berskala desa hingga menghadapi dinamika tantangan global yang lebih kompleks.

Agenda diskusi penting ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh pihak BNPB bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melalui program inisiatif ASEAN-IDE Resilience.

Terkini