BSI Kucurkan Pembiayaan Hijau Rp1,56 Triliun untuk Jasamarga Bali Tol

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:48:02 WIB
BSI dan Jasamarga Bali Tol Teken Pembiayaan Hijau Rp1,56 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama dengan pihak PT Jasamarga Bali Tol (JBT), yang merupakan salah satu entitas anak perusahaan dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk., resmi menorehkan kerja sama strategis berupa penyediaan fasilitas pembiayaan investasi dengan nilai mencapai Rp1,56 triliun yang menggunakan skema Sustainability Linked Financing (SLF).

Inisiatif pembiayaan ini diposisikan sebagai langkah konkrit dalam memperkokoh infrastruktur berwawasan lingkungan sekaligus mendorong implementasi prinsip keberlanjutan secara menyeluruh dalam pembangunan jaringan infrastruktur jalan tol nasional.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengemukakan bahwa pembiayaan SLF tersebut merupakan bagian integral dari strategi korporasi guna memperkuat kerangka struktur pendanaan, di samping mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam arah strategi bisnis jangka panjang.

"Melalui pembiayaan ini, kami optimistis dapat terus meningkatkan kinerja perusahaan serta menghadirkan layanan jalan tol yang semakin andal, aman, dan ramah lingkungan," ujar Rivan dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Selama kurun waktu operasionalnya, pihak PT JBT konsisten menerapkan pelbagai varian inisiatif ESG dalam mengelola dan mengoperasikan Jalan Tol Bali Mandara yang membentang sepanjang 12,7 kilometer.

Pada pilar aspek lingkungan hidup, perusahaan tercatat sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pionir yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna melakukan optimalisasi pasokan energi mandiri, memanfaatkan lampu penerangan berbasis LED, menjaga kelestarian ekosistem kawasan hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai, serta mengelola limbah sampah organik beserta pemanfaatan sumber air secara efisien.

Selain daripada itu, dari tinjauan aspek sosial serta tata kelola perusahaan, PT JBT secara aktif memperkuat jalinan kerja sama lintas wilayah melalui pelaksanaan program bidang pendidikan, penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, serta membangun kolaborasi erat bersama warga lokal di sekitar wilayah operasional.

Berkat dedikasi dan konsistensi komitmen tersebut, PT JBT sukses menyabet penghargaan bergengsi sebagai Peraih Penghargaan Terbaik I untuk kategori Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2022, serta berhasil mempertahankan predikat Gold untuk sertifikasi Green Toll Road Indonesia secara berkelanjutan hingga tahun 2024.

"Pembiayaan ini menjadi aksi nyata PT JBT sebagai pilot project penerapan pembiayaan berkelanjutan di lingkungan perusahaan. Kami berharap langkah ini tidak hanya menjadi acuan bagi entitas anak usaha Jasa Marga Group lainnya dalam mempercepat transisi energi, tahap demi tahap, tetapi juga memelopori standar baru bagi pengembangan industri jalan tol nasional yang berorientasi keberlanjutan," kata Rivan.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, memberikan keterangan bahwa BSI tercatat sebagai institusi perbankan syariah pertama di ranah domestik yang mengaplikasikan fasilitas pembiayaan dengan skema khusus SLF ini.

Menurut pandangannya, langkah strategis tersebut merepresentasikan wujud dukungan riil dari industri perbankan syariah terhadap proyek pembangunan infrastruktur nasional berbasis hijau yang sehaluan dengan prinsip ESG serta selaras pula dengan nilai-nilai luhur maqashid syariah.

"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI meyakini bahwa prinsip ESG dan keberlanjutan memiliki keselarasan yang kuat dengan maqashid syariah," ucap Bob dalam keterangan resmi, Jumat (31/7/2026).

Memasuki bulan Juni 2026, total akumulasi portofolio pembiayaan berkelanjutan yang dicatatkan oleh pihak BSI telah menembus angka Rp78,6 triliun, atau merepresentasikan sekitar 23 persen dari keseluruhan total portofolio pembiayaan perseroan secara keseluruhan.

Pendanaan tersebut telah disalurkan secara selektif ke dalam berbagai sektor prioritas, yang mencakup sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kegiatan pengelolaan sumber daya alam hayati serta pemanfaatan lahan berkelanjutan, produk-produk ramah lingkungan (eco-efficient), sektor energi terbarukan, sarana transportasi kendaraan ramah lingkungan, hingga beragam sektor penopang transisi energi serta penggerak pertumbuhan ekonomi berkarbon rendah.

Terkini