The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Kripto Cermati

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:20:32 WIB
Para pelaku pasar aset kripto di dalam negeri mengemukakan bahwa mereka terus mengawasi langkah Federal Reserve (The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 hingga 3,75 persen, yang turut memengaruhi nilai tukar Bitcoin. (Foto:

JAKARTA — Para pelaku pasar aset kripto di dalam negeri mengemukakan bahwa mereka terus mengawasi langkah Federal Reserve (The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 hingga 3,75 persen, yang turut memengaruhi nilai tukar Bitcoin.

Dampak dari ketetapan The Fed tersebut, menurut Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian, membuat pergerakan Bitcoin cenderung stabil seusai pengumuman hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Hal tersebut, sambungnya melalui keterangan tertulis di Jakarta pada hari Sabtu, menandakan bahwa langkah yang diambil The Fed telah selaras dengan perkiraan para pelaku pasar. 

Kendati demikian, para investor tetap memantau berbagai data ekonomi terbaru yang bakal menjadi pedoman bagi langkah moneter di masa mendatang.

Menurut Aloysia, pasar saat ini tidak hanya fokus pada keputusan suku bunga yang tidak berubah, melainkan turut menelaah keseluruhan pesan yang disampaikan pihak bank sentral, termasuk pandangan para pengambil kebijakan terhadap prospek perekonomian ke depan.

"Bagi pasar, yang terpenting bukan hanya apakah suku bunga dinaikkan atau dipertahankan, tetapi juga seberapa besar kepastian yang diberikan terhadap arah kebijakan berikutnya," ujarnya.

Nilai Bitcoin di bursa Indodax, imbuhnya, terpantau masih bertahan di kisaran Rp1.150.000.000 sampai Rp1.172.000.000 sejak pengumuman The Fed dikeluarkan hingga laporan ini diturunkan.

Aloysia menuturkan bahwa ketika hasil rapat FOMC sejalan dengan proyeksi, potensi gejolak harga akibat kejutan kebijakan menjadi lebih minim. 

Kondisi ini mengindikasikan bahwa psikologi pasar terbentuk melalui akumulasi berbagai elemen, alih-alih bergantung pada satu metrik tunggal saja.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kebijakan tingkat suku bunga The Fed membawa dampak yang masif bagi lanskap keuangan internasional karena turut mengatur peredaran likuiditas, beban pinjaman, serta selera para pemilik modal terhadap instrumen berisiko tinggi, termasuk aset digital.

Maka dari itu, tambahnya, setiap pergeseran arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat tersebut umumnya ikut berdampak pada dinamika berbagai kelompok instrumen investasi, termasuk pergerakan harga Bitcoin.

Ia menyampaikan bahwa keputusan The Fed sering kali bertindak sebagai salah satu pemicu yang membentuk sentimen pasar. Meskipun demikian, arah pergerakan pasar secara keseluruhan tidak ditentukan oleh satu variabel tunggal saja.

"Oleh karena itu, investor sebaiknya tetap disiplin menjalankan strategi investasinya dan tidak terpaku pada fluktuasi harga dalam jangka pendek, tetapi tetap disiplin menjalankan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risikonya," katanya.

Di tengah situasi pasar yang masih menunjukkan dinamika tinggi, para investor juga dapat melirik metode penanaman modal yang lebih terstruktur, contohnya seperti Dollar Cost Averaging (DCA), yakni metode berinvestasi secara konsisten dan berkala dengan besaran dana yang konstan.

Pola tersebut dinilai mampu menekan potensi kerugian akibat kesalahan menentukan waktu beli (market timing) serta berpotensi menjadi salah satu cara efektif untuk meredam gejolak harga pasar dalam jangka panjang.

“Melihat kondisi pasar saat ini, DCA dapat menjadi salah satu strategi yang relevan karena membantu investor berinvestasi secara bertahap di tengah volatilitas," katanya.

Kendati demikian, menurut Aloysia, apa pun metode yang dipilih oleh investor, langkah Do Your Own Research (DYOR) tetap wajib dilakukan agar setiap keputusan finansial didasari oleh analisis serta pemahaman yang mendalam.

Terkini

OJK Tutup 10 BPR hingga Juli 2026, Cek Rekening Anda

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:56:01 WIB

Veyre Tantang Petinju Tak Terkalahkan pada Laga Gelar WBC

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:52:32 WIB

Transformasi BACH Perkuat Prospek Bisnis Digital

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:49:32 WIB

Pegula Singkirkan Kalinskaya untuk Rebut Tiket Semifinal

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:46:01 WIB

Fundora Dijadwalkan Bela Gelar WBC Lawan Hadribeaj

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:41:01 WIB