Biaya Produksi Turun, Nilai Tukar Petani Naik pada Juli 2026

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:03:01 WIB
Nilai Tukar Petani Juli 2026 Naik Tipis ke Angka 127,84 [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indikator Nilai Tukar Petani (NTP) sepanjang Juli 2026 membukukan kenaikan tipis di tengah tren pelemahan harga komoditas agraris. Posisi NTP Juli 2026 bertengger di angka 127,84 atau mengalami penambahan 0,15% apabila dikomparasikan dengan bulan sebelumnya. 

Penguatan ini utamanya didorong oleh menyusutnya beban pengeluaran yang wajib ditanggung petani, sekalipun tekanan terhadap harga jual hasil panen, terutama komoditas hortikultura, masih terus membayangi tingkat kesejahteraan mereka.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengemukakan kenaikan NTP tersebut terjadi lantaran Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) terkoreksi lebih dalam jika dibandingkan penurunan pada Indeks Harga yang Diterima Petani (It). Menurut keterangannya, It tercatat melemah 0,10%, sementara Ib merosot hingga 0,25% dalam basis bulanan.

"NTP Juli 2026 tercatat 127,84 naik 0,15% dibandingkan dengan Juni 2026. Peningkatan NTP karena indeks harga yang diterima petani turun 0,10%, sedangkan indeks yang dibayar petani turun lebih dalam 0,25%," ujar Ateng dalam rilis BPS, Senin (3/8/2026).

Di balik penguatan NTP secara nasional itu, sektor hortikultura justru menderita tekanan paling parah. Angka Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) terjun bebas sebesar 8,49% dari posisi 139,99 pada Juni menjadi 128,11 di Juli 2026. Penurunan drastis tersebut dipicu oleh anjloknya Indeks Harga yang Diterima petani hortikultura hingga 8,74%, sementara Indeks Harga yang Dibayar hanya berkurang 0,28%.

Menurut pandangan Ateng, ragam komoditas yang paling dominan menekan harga di tingkat petani mencakup cabai rawit, bawang merah, tomat, serta cabai merah. Di samping sektor hortikultura, pelemahan turut dialami oleh subsektor peternakan. Nilai Tukar Peternakan (NTPT) melemah 0,57% ke level 101,35.

Sebaliknya, sejumlah subsektor lain terpantau masih menorehkan perbaikan positif. Nilai Tukar Tanaman Pangan melesat 1,32%, Nilai Tukar Perkebunan Rakyat terkerek 1,67%, sementara Nilai Tukar Perikanan bertumbuh 1,01%.

Performa positif pada subsektor perikanan ini disokong oleh kenaikan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 0,95% serta Nilai Tukar Pembudi Daya Ikan (NTPI) sebanyak 1,10%. BPS mencatat tren kenaikan harga pada level nelayan dipacu oleh komoditas rajungan, ikan cakalang, tongkol, serta kembung. Sementara itu, di ranah pembudidayaan, lonjakan harga utamanya bersumber dari komoditas rumput laut, bandeng, udang, serta lele.

Terkini