Konservasi Laut Pupuk Kaltim Tampil di ICRS Selandia Baru

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42:32 WIB
Pupuk Kaltim Rehabilitasi 2,23 Ha Terumbu Karang Bontang [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), yang merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), sukses memulihkan ekosistem terumbu karang seluas 2,23 hektare di wilayah Tebok Batang, Kota Bontang, Kalimantan Timur, lewat program pelestarian jangka panjang yang berjalan sejak 2011.

Langkah konservasi tersebut dibagikan oleh Pupuk Kaltim dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) yang berlangsung di Auckland, Selandia Baru, pada 19 hingga 24 Juli 2026.

“Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang,” kata Perwakilan Delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Astri menerangkan bahwa upaya pemulihan ini dijalankan lewat pembuatan modul terumbu buatan, pemindahan karang, pemberdayaan warga pesisir, serta pengawasan ekologi dan sosial yang konsisten.

Langkah ini bermula dari parahnya kerusakan terumbu karang di perairan Bontang yang mencapai lebih dari 50 persen akibat aktivitas penangkapan ikan yang merusak lingkungan.

Sampai 2025, zona restorasi tersebut mencatatkan kehadiran 57 famili ikan karang bersama 69 genus karang. Wilayah yang dipulihkan ini meliputi 2,23 hektare dari total 10 hektare kawasan yang telah mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Menurut Astri, wilayah Tebok Batang saat ini tumbuh menjadi contoh pelestarian berbasis gotong royong yang tidak cuma berfokus pada pemulihan alam laut, tetapi juga mendongkrak taraf hidup warga pesisir lewat pelibatan komunitas nelayan mulai dari pembuatan modul terumbu buatan, proses penenggelaman, sampai pengawasan berkala.

“Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ICRS 2026 ini dihadiri oleh lebih dari 2.100 perwakilan dari 90 negara, mencakup para peneliti, akademisi, pegiat pelestarian alam, hingga penentu kebijakan.

Pupuk Kaltim tampil sebagai satu-satunya korporasi industri nasional yang merepresentasikan Indonesia guna memaparkan praktik pemulihan terumbu karang yang mengandalkan sains, kerja sama, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Pupuk Kaltim memaparkan dua naskah ilmiah, masing-masing berupa paparan lisan bertajuk Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration serta poster ilmiah dengan judul Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance.

Kedua riset tersebut menyoroti strategi menyeluruh perusahaan dalam memadukan unsur lingkungan, sosial, manajemen, hingga kemandirian ekonomi masyarakat di dalam program penyelamatan terumbu karang.

Ke depan, pihak korporasi menyatakan bakal terus memantapkan program pelestarian ini melalui pengembangan kebun bibit karang (coral nursery), perlindungan ekosistem padang lamun, serta perluasan sinergi bersama pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dan mitra strategis lainnya.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya menyebutkan bahwa keikutsertaan perseroan dalam ICRS 2026 ini membuktikan keseriusan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 14 mengenai perlindungan ekosistem laut.

“Kami percaya masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut tetap lestari dan terjaga,” ucap Anggono.

Terkini

Gagal Juara WBC, Roach Puji Penampilan William Zepeda

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:18:01 WIB

Sean Gelael Cerita Dunia Balap kepada Pengunjung GIIAS

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:11:32 WIB

BPS Sebut Harga Energi Global Naik, Emas Terkoreksi

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:08:31 WIB

Kenali Sifat Toxic 12 Shio agar Tak Merugikan Diri

Senin, 03 Agustus 2026 | 03:03:32 WIB