Penjualan Emas Murni Melesat, Laba HRTA Tembus Rp700,01 Miliar

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:06:31 WIB
Harga Emas Menanjak, Laba HRTA Melonjak Tembus Rp700,01 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memetik peningkatan pendapatan dan laba bersih pada semester I/2026 sejalan dengan terkatrolnya volume penjualan emas murni serta kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) di tengah reli harga emas.

Berdasarkan paparan kinerja perseroan, HRTA mengantongi penjualan sebesar Rp33,81 triliun pada semester I/2026 atau melesat 124,61% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp15,05 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Selaras dengan itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk terangkat 100,86% menjadi Rp700,01 miliar dari Rp348,51 miliar.

Perseroan menerangkan pertumbuhan pendapatan disokong oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 46,74% YoY menjadi 13 ton pada semester I/2026, dibandingkan 8,8 ton pada semester I/2025.

"Selain itu, harga jual rata-rata (ASP) meningkat 53,21% YoY menjadi Rp2.591.673 per gram, sehingga turut mendorong nilai penjualan perseroan," paparnya.

Kenaikan penjualan juga menyulut pertumbuhan laba operasional. Laba kotor merangkak naik 67,17% menjadi Rp1,25 triliun dari Rp746,84 miliar pada semester I/2025. Selanjutnya, laba usaha naik 69,71% menjadi Rp1,06 triliun, sedangkan EBITDA tumbuh 68,75% menjadi Rp1,09 triliun.

Kendati demikian, margin keuntungan mengalami penyesuaian di tengah kenaikan harga emas. Margin laba kotor (gross profit margin/GPM) terkikis menjadi 3,69% dari 4,96%, margin laba usaha (operating profit margin/OPM) menjadi 3,12% dari 4,13%, sedangkan margin laba bersih (net profit margin/NPM) turun menjadi 2,07% dari 2,32% pada semester I/2025.

Secara historis, HRTA mampu menjaga tren pertumbuhan yang solid sejak pandemi. Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 48,59% sepanjang 2020—2025, sementara laba bersih bertumbuh dengan CAGR 33,72% pada periode yang sama.

Sementara itu, kondisi keuangan perseroan tetap kokoh. Total aset HRTA menyentuh Rp11,35 triliun per semester I/2026, dengan aset lancar sebesar Rp10,62 triliun atau berkisar 94% dari total aset.

Adapun total liabilitas tercatat Rp4,17 triliun yang terdiri atas pinjaman bank Rp3,18 triliun dan obligasi Rp994 miliar. Rasio utang berbunga terhadap ekuitas turut membaik menjadi 1,11 kali pada semester I/2026 dari 1,25 kali pada 2025.

Dari sisi operasional, volume produksi perhiasan dan emas batangan mencapai 13.108 kilogram pada semester I/2026 dengan tingkat utilisasi fasilitas sebesar 43,69%. Perseroan juga telah menambah kapasitas produksi menjadi 60 ton per tahun pada 2026 dari 48 ton pada 2025, sehingga mempunyai ruang yang kian lapang untuk memenuhi permintaan pasar.

Di sisi distribusi, HRTA terus mengekspansi jaringan ritelnya. Hingga semester I/2026, perseroan mengoperasikan 90 gerai perhiasan dan 144 gerai gadai yang tersebar di berbagai kawasan Indonesia, sekaligus disokong lebih dari 900 mitra dan jaringan distribusi nasional.

Ke depan, HRTA bakal memfokuskan langkah strategi pada penetrasi pasar bullion institusi, memperluas jaringan toko ritel menuju kisaran 100 gerai, serta mengoptimalkan kapasitas produksi hingga 60 ton per tahun. Selain itu, perseroan bakal memperkuat merek HRTA Gold, menjaga disiplin biaya dan margin, serta meningkatkan pasokan emas dari penambang lokal dan memperoleh sertifikasi internasional LBMA guna memperlebar akses pasar global.

Terkini

Dorong Logistik Hijau, Fuso eCanter Diserahkan ke FLI

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:08:01 WIB

Pemerintah Siapkan Insentif Antisipasi El Nino

Selasa, 04 Agustus 2026 | 01:04:31 WIB

Purbaya Ngaku Menkeu Paling Tak Beruntung di Depan IMF

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:57:01 WIB

HRTA Siap Pasok Emas Domestik Dukung Bullion Bank Indonesia

Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:47:01 WIB