Bukan Cuma Kedaluwarsa, Makeup Bisa Rusak Setelah Dibuka

Kamis, 06 Agustus 2026 | 02:57:02 WIB
Ilustrasi Makeup [FOTO: NET].

JAKARTA - Masih ingat kapan terakhir kali makeup di meja rias dibuka dari kemasannya? Walaupun belum melewati tanggal kedaluwarsa yang tercantum, produk makeup sebenarnya memiliki batas penggunaan tersendiri sejak pertama kali kemasan dibuka.

Lantas, bagaimana mengetahui batas aman penggunaan makeup setelah dibuka dan apa risiko memakai produk yang sudah melewati masa pakainya? Berikut penjelasannya.

Cara mengetahui batas usia makeup setelah dibuka

Banyak orang hanya mengecek tanggal kedaluwarsa atau expiry date yang tertera pada kemasan makeup. Padahal, menurut dermatolog dr. Shilpi Khetarpal, MD, terdapat tanda lain yang perlu diperhatikan, yaitu masa penggunaan setelah produk dibuka.

Mengutip Cleveland Clinic, tanda tersebut berupa simbol wadah terbuka dengan keterangan seperti 6M, 12M, atau 24M yang biasanya berada di bagian belakang maupun bawah kemasan. Angka tersebut menunjukkan durasi produk masih aman digunakan setelah pertama kali dibuka.

Jika tertulis 24M, artinya produk disarankan digunakan maksimal selama dua tahun sejak kemasan dibuka. Sementara tulisan 6M menunjukkan produk sebaiknya digunakan dalam waktu sekitar enam bulan setelah pertama kali dipakai.

Menurut dr. Shilpi, produk yang masih tersegel dapat bertahan lama apabila disimpan dengan benar. Namun, kualitasnya mulai berubah setelah kemasan dibuka.

"Makeup yang belum dibuka dan diformulasikan dengan baik dapat tetap stabil selama bertahun-tahun pada suhu ruangan. Begitu dibuka, kandungannya mulai mengalami oksidasi atau terurai karena terpapar udara," jelas dr. Shilpi.

Kenali tanda makeup sudah harus diganti

Tidak semua produk kosmetik mencantumkan simbol masa penggunaan setelah dibuka. Oleh karena itu, perubahan kondisi makeup dapat menjadi indikator bahwa produk tersebut sudah tidak layak digunakan.

Perubahan aroma menjadi salah satu tanda yang mudah dikenali. Apabila makeup mulai mengeluarkan bau asam, tengik, atau aroma kimia yang berbeda dari biasanya, produk tersebut sebaiknya segera diganti.

Selain aroma, perubahan tekstur juga perlu diperhatikan. Foundation yang mulai terpisah, bedak yang menggumpal, atau eyeliner yang mengering menjadi tanda bahwa kualitas produk telah menurun.

Warna makeup yang berubah akibat proses oksidasi juga dapat menjadi petunjuk. Foundation yang sebelumnya sesuai dengan warna kulit dapat berubah menjadi lebih gelap atau kekuningan. Performa produk pun bisa ikut menurun, seperti maskara yang mudah rontok atau blush yang sulit dibaurkan.

Dr. Shilpi menyebut reaksi pada kulit juga tidak boleh disepelekan.

"Jika Anda tiba-tiba lebih sering mengalami jerawat, infeksi, atau reaksi alergi, bisa jadi penyebabnya adalah penggunaan makeup yang sudah kedaluwarsa."

Berapa lama makeup rata-rata dapat digunakan?

Pada umumnya, produk makeup berbentuk cair memiliki masa penggunaan lebih singkat dibandingkan produk berbentuk padat karena lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

Berdasarkan rekomendasi Cleveland Clinic, produk seperti blush krim, concealer cair, foundation cair, lipstik, lip gloss, lip balm, maskara, serta makeup yang mengandung SPF umumnya hanya dapat digunakan sekitar enam bulan setelah dibuka.

Sementara itu, produk berbentuk bubuk seperti blush, foundation, concealer, eye shadow, serta eyeliner pensil biasanya masih dapat digunakan sekitar satu hingga dua tahun apabila disimpan dengan baik.

Dr. Shilpi juga mengingatkan beberapa produk perlu segera diganti setelah pengguna mengalami infeksi tertentu.

"Jika Anda mengalami herpes di bibir, hentikan penggunaan produk tersebut dan gunakan yang baru. Hal yang sama juga berlaku untuk maskara dan produk mata lainnya jika Anda mengalami infeksi seperti konjungtivitis."

Risiko menggunakan makeup yang melewati batas usia

Semakin lama digunakan, makeup semakin berisiko mengalami kontaminasi bakteri dan jamur, terutama jika sering terkena udara, panas, maupun kelembapan tinggi.

Dr. Shilpi menjelaskan bahwa kontaminasi juga dapat terjadi ketika pengguna menyentuh wajah lalu kembali mengambil produk menggunakan tangan.

"Ketika Anda menyentuh makeup, kemudian menyentuh kulit, lalu kembali menyentuh makeup, Anda memindahkan bakteri ke dalam produk," jelas dr. Shilpi.

Selain produk, alat makeup seperti kuas dan spons juga dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Karena itu, ia menyarankan alat tersebut dibersihkan setidaknya satu kali dalam seminggu menggunakan sampo dan dikeringkan sepenuhnya sebelum digunakan kembali.

Penggunaan makeup yang sudah melewati masa pakai dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat, iritasi kulit, dermatitis kontak, infeksi bakteri maupun jamur, hingga gangguan pada mata.

Karena itu, selain memperhatikan tanggal kedaluwarsa, pengguna juga perlu rutin memeriksa perubahan aroma, warna, tekstur, dan performa makeup sebelum kembali menggunakannya.

Terkini