Eskalasi Karhutla Jadi Acuan Penutupan Akses Taman Nasional

Senin, 10 Agustus 2026 | 18:06:32 WIB
Ilustrasi: Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwasanya penutupan akses masuk bagi pengunjung ke area taman nasional di Indonesia disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta eskalasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko menyampaikan kepada ANTARA di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta, Senin, bahwa sampai sekarang belum ada penetapan penutupan kawasan taman nasional lain di luar area Gunung Bromo.

"Penutupan (taman nasional lain) belum ada. Itu sangat kondisional di lapangan. Seperti misalnya Gunung Gede Pangrango kan cepat teratasi, Rinjani juga cepat teratasi, sehingga tidak ada penutupan," katanya.

Sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi maraknya kasus karhutla selama kemarau ini, ia menambahkan, Kemenhut mengutamakan tindakan pengawasan melalui peningkatan frekuensi patroli keamanan di seluruh wilayah konservasi.

Di samping kegiatan patroli, Kemenhut pun memperketat edukasi kepada warga di sekitar hutan guna mencegah penggunaan api secara gegabah, serta mengecek sekat kanal pada area gambut untuk mengantisipasi kekeringan parah.

Keputusan menutup kawasan secara penuh baru ditempuh apabila proses pemadaman kebakaran memerlukan penanganan darat secara masif dan efektif, layaknya tindakan yang diterapkan di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Pihak Balai Besar TNBTS mendadak menutup rapat seluruh pintu masuk destinasi Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) pada pukul 22.00 WIB menyusul luapan kobaran api yang kian meluas.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha memastikan penghentian akses di empat titik gerbang masuk, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang serta Coban Trisula di Kabupaten Malang, hingga Senduro di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Aturan penutupan di semua pintu masuk objek wisata Gunung Bromo tersebut diterapkan sampai batas waktu yang belum dipastikan, guna memastikan perlindungan bagi wisatawan sekaligus mempercepat kerja tim gabungan dalam memadamkan api.

Terkini