Antisipasi Karhutla Imbas El Nino, Pemerintah Kerahkan Upaya Maksimal

Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03:31 WIB
TRC Lumajang tangani karhutla di kawasan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang menyusun berbagai langkah guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu oleh fenomena El Nino.

Prasetyo menuturkan bahwa seiring dengan berlangsungnya masa El Nino, peristiwa karhutla masih sering terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Beberapa wilayah dengan jumlah titik api cukup tinggi antara lain Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Jawa Timur, khususnya di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur, kemudian dengan Pangdam, dengan Kapolda, kemudian dengan Menhut, serta dengan seluruh jajaran Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas," kata Prasetyo di Gedung DPR RI, Senin (10/8/2026).

Di samping itu, pemerintah meminta seluruh masyarakat untuk waspada mengingat kondisi cuaca yang sangat kering memicu kerentanan terhadap munculnya percikan api.

"Sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kami mawas diri, ya, menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah merancang operasi modifikasi cuaca. Namun, menurutnya, secara teknis tidak semua kondisi memungkinkan untuk dilakukan tindakan tersebut.

"Akan tetapi semua dimonitor, kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter, dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah Bapak Presiden tadi malam, hari ini semua kami koordinasikan," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lengah karena intensitas El Nino berpotensi terus meningkat. Mengacu pada data BMKG, terdapat tren yang perlu diantisipasi, terutama apabila El Nino berhimpit dengan musim kemarau.

"Karena di samping isu kesiapan atau ketersediaan air bersih, juga ada isu kebakaran hutan dan lahan," ujar AHY usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto terkait kesiapan menghadapi El Nino pada Selasa (28/7/2026) di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menjelaskan bahwa titik-titik api kerap muncul di berbagai provinsi, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta sejumlah provinsi lainnya, baik di lahan gambut maupun non-gambut.

Fenomena El Nino sendiri ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik tropis dan perubahan pola angin. Bagi Indonesia, El Nino memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering, sehingga meningkatkan risiko kekeringan serta karhutla. Jika proyeksi El Nino ini terealisasi, dampaknya terhadap ketahanan pangan dan bencana hidrometeorologi diperkirakan lebih besar dibanding episode sebelumnya.

Terkini