Strategi Pembenahan Garuda Indonesia Targetkan Keuntungan Mulai Awal 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 04:17:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memprediksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mulai mencatatkan profitabilitas pada permulaan tahun 2027 pasca pemerintah melaksanakan perbaikan masif terhadap maskapai milik negara tersebut. 

Prabowo menyampaikan, restorasi Garuda sudah memberikan dampak positif dengan beroperasinya kembali armada yang sebelumnya tidak aktif. Hingga Juni 2026, sebanyak 20 armada berhasil diaktifkan kembali sehingga jumlah keseluruhan armada yang beroperasi mencapai 140 unit.

"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kami sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menuturkan, kondisi Garuda sebelumnya berada dalam tekanan serius sampai sejumlah armada tidak dapat diterbangkan. 

Pemerintah selanjutnya menjalankan perbaikan serta pengaktifan kembali armada yang mengalami masa tidak beroperasi. 

Menurutnya, pembenahan Garuda merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk memulihkan efektivitas BUMN secara menyeluruh. Beberapa BUMN lain pun disebut mencatat peningkatan laba bersih selama 6 bulan perdana 2026.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. disebut membukukan kenaikan laba bersih 408,9%, sementara laba bersih PT Pupuk Indonesia (Persero) melonjak 252,8%. 

Kemudian, PT Pertamina (Persero) membukukan kenaikan 86%, PT Pegadaian (Persero) 84,4%, PT Pelindo (Persero) 60,4%, serta PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN 54,4%.

Prabowo turut mengutarakan langkah pemerintah meningkatkan mutu laporan keuangan BUMN. Dia menekankan pemerintah tidak bakal memberi toleransi terhadap aksi kecurangan angka maupun laporan fiktif.

"Kami telah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN. Setelah kami koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun," ujarnya.

Setelah perbaikan itu, Prabowo menuturkan, laba BUMN pada 2025 menyentuh Rp326 triliun. Nominal itu tumbuh 75,3% dibandingkan dengan laba BUMN pada 2024.

"Angka Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka," tegasnya.

Terkini