Deretan 10 Saham Pilihan yang Diborong Asing di Tengah Sentimen MSCI 2027

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:35:32 WIB
MSCI, lembaga keuangan yang berkantor pusat di New York City, Amerika Serikat. (Foto: NET)

JAKARTA - Investor asing memborong sejumlah saham di tengah sentimen laporan MSCI terkait perlakuan terhadap saham Indonesia serta pidato Presiden Prabowo Subianto yang memuat sejumlah asumsi makro dalam RAPBN 2027. 

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,58 triliun di pasar saham Indonesia selama perdagangan sepekan hingga Jumat (14/8/2026). 

Aksi jual tersebut berbalik dari pekan sebelumnya ketika investor asing mencatatkan net buy Rp695,17 miliar. Secara year to date (YtD), investor asing telah membukukan net sell sebesar Rp72,87 triliun. 

Di tengah tekanan jual tersebut, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai net buy mencapai Rp719,5 miliar. 

Saham PT Timah Tbk. (TINS) menyusul dengan net buy Rp244,2 miliar. 

Berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar sepanjang pekan ini: 

  • BBRI: Rp719,5 miliar 
  • TINS: Rp244,2 miliar 
  • BREN: Rp163 miliar 
  • ANTM: Rp148,1 miliar 
  • BBCA: Rp126,3 miliar 
  • BRPT: Rp118,1 miliar 
  • BBNI: Rp80,3 miliar 
  • PSAB: Rp66,4 miliar 
  • ICBP: Rp60,3 miliar 
  • MDKA: Rp60 miliar 

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 6.401,888 pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Posisi tersebut melemah 0,12% atau 7,762 poin dibandingkan dengan penutupan pekan sebelumnya di level 6.409,65. 

Sentimen utama yang memengaruhi pergerakan pasar pada pekan ini berasal dari laporan MSCI terkait perlakuan terhadap saham Indonesia serta pidato Presiden Prabowo Subianto yang turut memuat sejumlah asumsi makro dalam RAPBN 2027.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai pidato Presiden Prabowo menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan ketahanan pangan dan energi, pengawasan rantai pasok serta ekspor komoditas, dan reformasi badan usaha milik negara (BUMN). 

Dari sisi pasar modal, Andrey memperkirakan dampak awal RAPBN 2027 terhadap IHSG cenderung positif. Target defisit yang lebih rendah, status investment grade, serta pipeline proyek yang lebih jelas dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor. 

Adapun pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6%, lebih tinggi dibandingkan dengan asumsi 2026 sebesar 5,4%. 

Sementara itu, asumsi inflasi ditetapkan sebesar 2,5%, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9%, dan nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS. 

Sebagai pembanding, asumsi makro dalam APBN 2026 mencakup pertumbuhan ekonomi 5,4%, inflasi 2,5%, suku bunga SBN tenor 10 tahun 6,9%, serta nilai tukar rupiah sebesar Rp16.500 per dolar AS.

Terkini