Lion Group Bangun Pusat Pelatihan Serta Fasilitas MRO Pesawat di Kawasan IKN

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:37:32 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono. (Foto: NET)

JAKARTA - Kawasan Ibu Kota Nusantara mulai menarik ekspansi bisnis di sektor penerbangan. Maskapai penerbangan swasta tersebut berencana membangun pusat pelatihan sekaligus fasilitas maintenance, repair and overhaul pesawat di kawasan IKN, Kalimantan Timur.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono mengatakan korporasi penerbangan swasta itu menyiapkan fasilitas MRO di atas lahan seluas sekitar 30 hektare. Rencana tersebut menjadi bagian dari investasi baru yang masuk seiring dengan perkembangan infrastruktur IKN, termasuk Bandara IKN.

"Lion Group awalnya ingin membangun training center di sini. Setelah mereka melihat potensinya, ternyata mereka juga ingin membangun MRO untuk pemeliharaan pesawat. Tadi sudah kami tandatangani MoU antara OIKN, Bank Tanah dan Lion," ujar Basuki, dikantor OIKN, Jumat (14/8/2026).

Pimpinan OIKN tersebut menuturkan pihak maskapai sebelumnya telah melihat fasilitas pemeliharaan di Batam sebelum mempertimbangkan pembangunan sarana serupa di IKN. 

Potensi Bandara IKN menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan karena bandara tersebut memiliki landasan pacu sepanjang kira-kira 3 kilometer dengan lebar 45 meter.

Menurut Basuki, spesifikasi landasan pacu tersebut memungkinkan Bandara IKN melayani pesawat berbadan lebar. Lembaga pengelola juga terus mendorong pemanfaatan bandara tersebut guna mendukung penerbangan komersial.

"Bandara ini sangat prospek karena panjangnya sekitar 3 kilometer dan lebarnya 45 meter, sehingga bisa untuk pesawat berbadan lebar. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Haji agar bandara ini nantinya bisa digunakan untuk embarkasi umrah dan haji," katanya.

Meskipun demikian, Bandara IKN masih berstatus sebagai bandara khusus. Pemanfaatannya sebagai bandara komersial masih menunggu perubahan status lewat penerbitan peraturan presiden.

Rencana penanaman modal korporasi maskapai tersebut menambah daftar investor yang mulai merealisasikan proyek di IKN. Sampai dengan 7 Agustus 2026, OIKN mencatat komitmen realisasi investasi swasta telah mencapai Rp 74,54 triliun dari 67 investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pejabat terkait menyampaikan sejumlah investor baru pun mulai merealisasikan proyek mereka di kawasan IKN. 

Salah satu di antaranya perusahaan asing asal China yang menyiapkan dana investasi sekitar Rp 1,25 triliun guna membangun empat tower apartemen. Lebih dari 100 unit apartemen yang dikembangkan investor tersebut disebut telah dipesan.

"Investasi swasta ini yang menggembirakan. Salah satunya Start Bright dari China sekitar Rp1,25 triliun untuk empat tower. Sekarang sudah dipesan orang apartemennya, sudah lebih dari 100 apartemen. Ini cukup mengejutkan," ungkap Basuki.

Di samping pemodal dari China, pihak pengelola mencatat adanya investor asal Korea Selatan yang menyiapkan penanaman modal sekitar Rp 2,5 triliun. Investor asal Malaysia juga disebut telah mulai beraktivitas di kawasan IKN.

Otorita ibu kota berupaya mempercepat realisasi proyek dengan menyediakan kemudahan bagi para investor yang telah masuk ke IKN. Sejumlah tenaga kerja dari pihak investor bahkan telah ditempatkan di kawasan tersebut serta memperoleh dukungan berupa fasilitas hunian beserta ruang kantor.

"Ada yang dari Korea Selatan, Star Bright dari China, kemudian Citadel dari Malaysia. Mereka sudah mulai menempatkan orang di sini. Kami tampung di rusun dan kami siapkan juga ruang kantor supaya mereka bisa lebih cepat membangun," jelasnya.

Selain mengandalkan modal swasta, pembangunan ibu kota baru juga didukung lewat skema kerja sama pemerintah dan badan usaha. Sampai tanggal 7 Agustus 2026, nilai proyek kerja sama tersebut yang sudah direalisasikan mencapai Rp 134,22 triliun.

Pimpinan OIKN menegaskan pembangunan serta pembiayaan IKN saat ini berjalan melalui empat skema, yakni anggaran negara, kerja sama pemerintah dan badan usaha, investasi swasta, serta hibah.

Masuknya pemodal baru, termasuk pihak maskapai melalui rencana pembangunan fasilitas pemeliharaan dan pusat pelatihan, diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi sekaligus mendukung terbentuknya aktivitas perkotaan di IKN.

"Jadi saya kira ekosistem perkotaan step by step akan terbentuk di sini. Mulai semakin banyak investor yang akan membangun, bukan hanya hunian tetapi juga pendidikan, restoran, hiburan, sampai fasilitas penerbangan," pungkasnya.

Terkini