Pemerintah Percepat 10 Proyek PSEL 2027 Lewat Koordinasi Danantara

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:47:31 WIB
Antrean truk pengangkut sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah secara resmi menggenjot percepatan pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) pada tahun 2027 mendatang. Setidaknya terdapat sekitar 10 proyek yang dipastikan akan dikebut pengerjaannya pada tahun depan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa percepatan pembangunan proyek PSEL ini nantinya akan dikoordinasikan secara langsung oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Pemerintah sendiri mematok target agar proyek-proyek tersebut mampu berfungsi ganda, yakni sebagai solusi untuk menuntaskan persoalan sampah sekaligus menghasilkan pasokan energi baru.

"Tahun depan yang dikoordinasi oleh Danantara Insyaallah separuh dari 20-an akan diselesaikan tahun 2027, dan sisanya tahun 2028 itu termasuk yang darurat, yang kami kenal dengan waste to energy," ujarnya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ia menerangkan lebih lanjut bahwa sepanjang tahun ini pihak pemerintah baru akan meresmikan satu proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang bertempat di wilayah Sumatra Selatan.

"Tahun ini kami akan meresmikan satu di Sumatra Selatan," sebutnya.

Zulkifli menambahkan bahwa penyelesaian berbagai proyek PSEL ini tidak hanya akan bertumpu pada koordinasi tingkat pusat semata. Pengembangan proyek lanjutan lainnya akan ditempuh secara bertahap dengan menggandeng jajaran pemerintah daerah, baik di tingkat pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota.

"Yang lain-lainnya nanti akan secara bertahap, bersama dengan Kementerian Pemerintahan Daerah, baik provinsi, kabupaten, kota," katanya.

Bagian dari Agenda Danantara

Langkah percepatan pembangunan proyek PSEL ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan proyek waste to energy melalui pemanfaatan perolehan keuntungan dari badan usaha milik negara (BUMN).

Dalam agenda Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Jumat (14/8/2026), Prabowo menegaskan bahwa laba BUMN tidak hanya difokuskan untuk mengakselerasi program hilirisasi (downstreaming), melainkan juga dikerahkan guna memperkuat sektor hulu (upstreamings).

"Keuntungan BUMN juga sekarang kami gunakan untuk percepat upaya downstreaming kami dengan upstreaming," kata Prabowo.

Menurut pemaparannya, pemerintah melalui lembaga Danantara telah sukses memulai sebanyak 26 proyek hilirisasi terhitung sejak bulan Februari hingga April 2026. Tercatat sebanyak 13 proyek telah melaksanakan groundbreaking pada tanggal 6 Februari 2026, disusul oleh 13 proyek lainnya pada tanggal 29 April 2026.

Prabowo memaparkan bahwa rangkaian proyek strategis tersebut mencakup berbagai sektor penting, seperti pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi komoditas tembaga dan emas, pengolahan garam industri, hingga pengolahan alumina menjadi aluminium.

"Belum lagi proyek-proyek waste to energy yang telah kami juga mulai," tambah Prabowo.

Terkini