Terkait Kapal Berlogo Kemenhan, Pemerintah Tegaskan Milik Pihak Swasta Ini

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:24:31 WIB
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. (Foto: NET)

JAKARTA - Otoritas pemerintah memastikan hak kepemilikan atas aset kapal pesiar yang menyematkan lambang instansi Kementerian Pertahanan yang sempat ramai diperbincangkan di platform media sosial tetap dipegang oleh pihak swasta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan armada swasta tersebut memang ditugaskan untuk menunjang operasional serta logistik program strategis nasional, khususnya pada percepatan kemandirian pangan di beragam daerah di Nusantara.

"Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Brigjen TNI Rico dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Ia menerangkan pemasangan simbol Kemenhan pada kapal milik Jhonlin Marine Transport tersebut menunjukkan bahwa kegiatan operasional kapal itu berada di bawah kewenangan dan penugasan pemerintah.

Disebutkan bahwa kapal tersebut dimanfaatkan guna menunjang aktivitas serta mobilisasi keperluan program ketahanan pangan yang dijalankan di beberapa penjuru Indonesia, meliputi Wanam, Papua Selatan, serta area Kalimantan dan Sumatera.

Sementara itu, kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer mendadak ramai diperbincangkan oleh warganet. Pemicunya, bagian lambung kapal mewah yang membentang sepanjang 120 meter itu terlihat ditempeli logo resmi Kemenhan.

Dalam pernyataan terpisah, pebisnis asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam menyatakan kapal tersebut merupakan aset miliknya. Kapal J7 Explorer dengan bobot 8.076 GT ini diinformasikan dibuat di Batam dan tuntas pada tahun 2022.

Alih-alih digunakan untuk berwisata mewah, Isam menyebut kapal megah itu diubah fungsinya menjadi kapal induk atau pangkalan terapung (floating base camp) guna mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menurutnya, kondisi geografis Papua Selatan yang terpencil dan kurangnya infrastruktur daratan menjadikan kehadiran J7 Explorer sangat penting.

Dijelaskan bahwa kapal itu berperan sebagai pusat komando, tempat tinggal sementara bagi para tenaga ahli, serta menjadi titik utama rantai pasok logistik di tengah sulitnya akses di lapangan.

Ia menegaskan peran serta J7 Explorer merupakan bagian dari partisipasi swasta dalam menanggapi program prioritas ketahanan pangan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Demi mencapai sasaran cetak sawah di Merauke, tuturnya, ribuan unit alat berat beserta sumber daya manusia profesional dari domestik maupun mancanegara dikerahkan langsung menuju lokasi proyek.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Isam.

Ia menyampaikan keterlibatannya dalam proyek raksasa itu bukan sekadar perhitungan tentang keuntungan atau kerugian bisnis, melainkan wujud tanggung jawab dalam menunaikan amanah negara.

Dengan begitu, proyek tersebut diharapkan tidak hanya memperkokoh cadangan pangan nasional, melainkan juga menyediakan kesempatan kerja baru bagi penduduk Papua.

Berkat peran barunya di Merauke, lanjutnya, J7 Explorer saat ini menanggalkan citranya sebagai kapal pesiar mewah. Kapal raksasa itu berubah menjadi infrastruktur penopang vital yang bergerak melintasi bentang alam wilayah timur Indonesia demi mensukseskan program pangan nasional.

Terkini