Kapan Waktu Terbaik untuk Makan Nasi, Pagi, Siang, atau Malam Hari?

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:48:02 WIB
Ilustrasi - Makan nasi. (Foto: NET)

JAKARTA - Nasi hampir senantiasa tersedia dalam daftar santapan keseharian penduduk Nusantara. Sebagian individu terbiasa menikmati nasi semenjak pagi, menjadikannya hidangan utama saat jam makan siang, hingga tetap menyantapnya tatkala malam tiba. 

Kebiasaan tersebut kemudian memicu persoalan, sejatinya kapan waktu paling ideal untuk menyantap nasi? Apakah nasi sebaiknya dinikmati saat pagi dan siang hari saja, sementara menyantap nasi ketika malam perlu dijauhi?

Jika ingin menyantap nasi dalam takaran lebih banyak, pagi hingga siang hari bisa menjadi opsi yang masuk akal, terutama bagi individu yang aktif berkegiatan sepanjang hari. 

Melansir studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open, pola makan dengan asupan kalori lebih banyak pada awal hari berkaitan dengan penurunan berat badan yang lebih besar. Namun, efeknya relatif kecil dan peneliti menilai kepastian buktinya masih rendah. Artinya, bukan berarti makan nasi pada malam hari otomatis membuat berat badan naik.

Penelitian lain yang dikutip dari National Institutes of Health (NIH) menguji konsumsi nasi putih dengan jumlah karbohidrat yang sama pada pukul 08.00, 12.30, dan 17.00. Hasilnya menunjukkan perbedaan respons glukosa dan insulin berdasarkan waktu makan. 

Dalam studi kecil tersebut, konsumsi nasi pada pukul 17.00 justru menghasilkan respons glikemik yang lebih rendah dibandingkan konsumsi pada pagi dan siang hari. Temuan ini menunjukkan bahwa anggapan makan nasi pada malam hari pasti membuat gula darah meningkat tidak sepenuhnya tepat.

Perhatikan takaran nasi saat malam. Hal yang lebih krusial untuk dicermati adalah takaran, total asupan harian, kegiatan fisik, serta durasi makan secara menyeluruh. Menyantap nasi dalam takaran wajar saat malam tentu berbeda dengan mengonsumsi nasi dalam jumlah besar mendekati waktu tidur. 

Nasi putih dalam takaran berlebihan mampu membuat asupan kalori harian menjadi lebih tinggi, terutama apabila tidak diselaraskan dengan kegiatan fisik yang memadai. Nasi pun sebaiknya tidak disantap sendirian. 

Lengkapi hidangan dengan sumber protein, sayur-mayur, dan makanan bergizi lainnya agar komposisi santapan lebih seimbang. 

Jadi, bukan berarti nasi harus dihapus dari daftar menu makan malam. Yang perlu dicermati adalah banyaknya nasi yang disantap dan bagaimana keseluruhan hidangan dalam sekali makan.

Jadi, kapan waktu paling ideal menyantap nasi? Tidak ada jam spesifik yang membuat nasi mendadak menjadi lebih sehat. Nasi tetap bisa dinikmati saat pagi, siang, maupun malam hari. 

Jika ingin mengatur pola santap, pagi hingga siang dapat menjadi waktu yang lebih pas untuk menyantap nasi dalam takaran lebih besar, terutama apabila setelahnya tubuh akan banyak berkegiatan. 

Sementara itu, menyantap nasi saat malam hari tetap dibolehkan selama takarannya diselaraskan dengan keperluan. Yang juga perlu dibedakan adalah makan malam dengan menyantap makanan terlalu larut. 

Menyantap nasi saat jam makan malam yang wajar tidak sama dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak sesaat sebelum tidur. Durasi makan hanya merupakan salah satu elemen dari pola santap. 

Takaran, total asupan kalori, mutu makanan, kegiatan fisik, dan keperluan tubuh tetap menjadi faktor yang lebih krusial untuk dicermati.

Terkini