Gempa NTT, Dirut Bulog Siapkan Jalur Khusus Penyaluran Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:57:02 WIB
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. [Foto: KOMPAS.com- Suparjo Ramalan]

JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani merancang strategi berlapis guna menggaransi kelancaran pasokan logistik lewat rute darat, laut, hingga udara agar bantuan pangan lekas sampai ke titik-titik terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rizal menyebut pengiriman bantuan diutamakan memanfaatkan armada sepeda motor untuk menjangkau titik yang masih bisa dilewati tatkala mobil atau kendaraan roda empat tak sanggup melintas akibat akses jalan yang rusak pascagempa.

"Strategi kami, karena memang di sana banyak jalan longsor, jadi kami lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama kendaraan sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat enggak bisa masuk, kami gunakan sepeda motor," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Bila rute darat sama sekali tak bisa ditembus, Bulog bakal memaksimalkan dukungan angkutan udara serta laut dengan berkoordinasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) demi mengakselerasi penyaluran bantuan.

"Kalau sepeda motor enggak masuk, kami akan koordinasi dengan BNPB yang memiliki armada angkutan udara maupun angkutan laut. Nah, tadi malam kami sudah koordinasi dengan Kepala BNPB (Letjen TNI Suharyanto)," ujar dia.

Bulog pun telah menyiagakan cadangan beras masing-masing sebanyak 10 ton di area bandara dan pelabuhan sebagai langkah antisipatif agar proses distribusi bisa langsung dieksekusi begitu kebutuhan mendesak datang sewaktu-waktu.

Rizal menuturkan penempatan logistik pada titik simpul transportasi ini ditujukan untuk mempercepat alur pengiriman, sehingga pasokan bantuan tak perlu lagi menunggu proses pengambilan dari gudang penyimpanan saat situasi darurat.

Ia menjelaskan strategi ini bertolak dari pengalaman Bulog tatkala menangani deretan bencana sebelumnya, seperti musibah banjir dan tanah longsor di kawasan Pulau Sumatera, sehingga skema penyaluran logistik saat ini dibuat lebih dinamis menyikapi situasi lapangan yang dinamis.

"Ini pengalaman, kami kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu lebih fleksibel kalau berasnya ditempatkan di bandara dan di pelabuhan sehingga begitu ada pergerakan, informasi cepat bisa didorong, tidak menunggu lagi harus mengambil di gudang," ujar dia.

"Jadi sekarang Pimpinan Wilayah Bulog di NTT sudah mendorong berasnya setiap hari 10 ton standby di bandara dan di pelabuhan khususnya yang ada di Kupang," katanya menambahkan.

Komunikasi dan koordinasi bersama pihak BNPB terus digencarkan agar sarana transportasi udara maupun laut bisa segera digerakkan sewaktu jalur darat menuju posko pengungsian terhambat oleh kerusakan fasilitas jalan.

Pihak Bulog menggaransi kesiapan stok bahan pangan di lokasi-lokasi strategis bakal memangkas waktu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menyokong keberlangsungan operasional dapur umum selama kurun masa tanggap darurat.

Segenap daya upaya ini difokuskan agar uluran bantuan sanggup menyentuh area terisolasi sekalipun, sehingga warga terdampak bisa memperoleh bahan pokok tanpa mesti melewati alur distribusi yang berbelit, tutur Rizal.

Bulog menegaskan keandalan jaringan distribusi merupakan pilar krusial dalam mendukung percepatan pemulihan kehidupan warga terdampak gempa, berkolaborasi dengan pemerintah beserta seluruh elemen penanggulangan bencana di NTT.

Terkini