Gempa NTT: SPPG BGN Wajib Siaga Bantu Korban & Destinasi Wisata Tutup

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:11:02 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terletak dekat titik bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib bersiap dan menyesuaikan layanan demi membantu pemenuhan pangan warga terdampak.

"SPPG yang terdampak bencana wajib mengutamakan keselamatan dan melaporkan kondisi kepada pihak terkait, sementara SPPG terdekat yang operasionalnya tidak terdampak dapat menyesuaikan pelayanan, termasuk membantu pemenuhan makanan bagi masyarakat terdampak dan kelompok rentan di sekitar wilayah bencana," ujarnya dalam keterangan yang dipastikan di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Sudaryono turut mengimbau seluruh lini BGN dan SPPG mematuhi arahan yang berlaku serta tidak menetapkan keputusan berlandaskan asumsi pribadi.

"Kami harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tetap memastikan pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia," ucap dia.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyarankan pemerintah daerah di NTT agar segera mendirikan satuan tugas (satgas) penanggulangan bencana demi mempercepat dan memeratakan koordinasi bagi penyintas gempa bermagnitudo 7,7 di wilayah tersebut.

Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa penyusunan satgas daerah menjadi langkah krusial mengingat sebaran titik pengungsian masyarakat tidak cuma terpusat pada satu lokasi, melainkan tersebar di bermacam kawasan terdampak.

"Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," sebut Menko Praktino.

Sedangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan sejumlah destinasi wisata andalan Pulau Flores di NTT ditutup sementara waktu demi menjamin keselamatan wisatawan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 menggoyang kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebutkan, penutupan sementara diterapkan pada objek wisata yang memerlukan pemeriksaan serta pemulihan kelayakan prasarana.

"Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende," ungkap Berton.

Berton menerangkan pihak pariwisata daerah bakal terus memperbarui informasi resmi mengenai pembukaan kembali destinasi-destinasi tersebut setelah penanganan dan verifikasi keamanan selesai dilaksanakan oleh petugas di lapangan.

Terkini