Budi Gadai Indonesia Dorong Literasi Guna Tingkatkan Inklusi Pergadaian

Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:00:32 WIB
Budi Gadai Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA - Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 memperlihatkan indeks literasi pergadaian mencapai 52,82% sementara indeks inklusinya baru mencapai 7,99%. 

Walaupun indeks literasi cukup tinggi, perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia menyatakan masih terdapat berbagai hambatan yang merintangi literasi pergadaian di Indonesia. 

Salah satunya yaitu pemahaman warga mengenai sektor pergadaian masih terbatas sekadar lokasi mendapatkan dana cepat saja, melainkan belum mampu memahami secara mendalam karakter produk, biaya, kurun waktu, risiko, beserta hak dan kewajiban sebagai nasabah.

Di samping hal tersebut, pemahaman publik terhadap produk gadai pun masih belum merata utamanya pada daerah tertentu dan pada kalangan masyarakat yang mempunyai akses informasi terbatas. 

"Menurut Perusahaan, salah satu penghambat literasi di industri pegadaian adalah masih adanya masyarakat yang mengenal pegadaian terutama sebagai tempat memperoleh dana secara cepat," ujarnya, Jumat (14/8/26).

Dengan inklusi pergadaian yang masih terbatas, Budi Gadai Indonesia telah berusaha menaikkannya lewat penyediaan layanan gadai yang gampang diakses masyarakat disertai proses pelayanan yang kilat dan sesuai dengan keperluan. 

Akan tetapi, pihak mereka pun senantiasa berusaha mendorong literasi keuangan agar kenaikan inklusi sanggup selaras dengan bertambahnya pemahaman publik akan sektor pergadaian. 

Usaha yang dijalankan yakni dengan menyerahkan penjelasan kepada nasabah seputar karakteristik produk, biaya atau tarif gadai yang berlaku, kurun waktu pinjaman, jatuh tempo, hingga menguraikan tentang hak dan kewajiban nasabah sebelum transaksi dilangsungkan. 

Edukasi pun diselenggarakan dengan dua cara, yakni diselenggarakan langsung di kantor cabang ataupun secara online lewat konten media sosial supaya lebih ringkas dan gampang dimengerti.

Di luar itu, pihak mereka pun berusaha memperlebar akses layanan gadai kepada masyarakat dengan tetap mengindahkan kebutuhan dan kemampuan nasabah. 

Strategi perluasan akses layanan, salah satunya dijalankan perusahaan dengan melaksanakan ekspansi jaringan kantor cabang. Per tahun 2026 ini, Budi Gadai Indonesia mematok target 12 kantor cabang baru sehingga pada ujung 2026 pihak mereka diproyeksikan bakal mempunyai 46 cabang kantor.

Di luar hal itu, Budi pun berpandangan bahwa inklusi dan literasi keuangan wajib dijalankan dengan edukasi yang lebih terstruktur dan berkesinambungan, memanfaatkan media digital, hingga edukasi pada lapisan masyarakat yang mempunyai keterbatasan akses dan pemahaman terhadap layanan keuangan. 

Menurutnya, sejumlah usaha tersebut masih wajib diangkat oleh sektor pergadaian ataupun sektor keuangan secara umum di samping memprioritaskan penguatan operasional dan pelayanan di cabang.

Terkini