Star Energy Bidik Kapasitas Panas Bumi 2 GW Lewat Ekspansi Wilayah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 02:48:31 WIB
Salah satu fasilitas pembangkit milik PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melalui anak perusahaannya, PT Star Energy Geothermal, mematok target kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mencapai 2 gigawatt (GW) usai membidik kapasitas terpasang menembus 1 GW pada 2026.

Head of Social Investment, Policy and Communications Star Energy Geothermal Laksmi Prasvita mengutarakan bahwa target 2 GW tersebut bakal ditopang oleh penggarapan wilayah kerja panas bumi baru, utamanya Sekincau di Lampung dan Hamiding di Maluku Utara, setelah kapasitas daya Star Energy melampaui 1 GW.

“Target kami di tahun ini sekitar 1.000 megawatt, tahun depan sudah melewati 1.000 megawatt. Sekarang masih 900 sekian,” kata Laksmi, Selasa (18/8/2026).

Laksmi menjelaskan potensi awal panas bumi di kawasan Sekincau ditaksir menyentuh kisaran 700 megawatt (MW). Walau begitu, estimasi angka tersebut masih mesti dibuktikan via proses eksplorasi lanjutan.

Sementara itu, proses eksplorasi di Hamiding telah rampung dan deretan data hasil penjelajahan tersebut sudah diserahkan kepada pihak pemerintah. Area panas bumi di kawasan Maluku Utara itu diperkirakan menyimpan potensi mencapai 300 MW.

Kendati demikian, Laksmi menandaskan bahwa pembukaan kedua area tersebut bakal dieksekusi secara berangsur-angsur. Besarnya cadangan sumber daya tidak serta-merta menandakan seluruh daya bisa seketika dibangun dan diproduksi secara langsung.

Saat ini, daya terpasang Star Energy berada pada kisaran 900 MW. Angka kapasitas tersebut bersumber dari tiga kawasan operasional yang aktif berproduksi, yakni Salak, Wayang Windu, dan Darajat.

Suntikan kapasitas dari penambahan Salak Unit 7 serta Wayang Windu Unit 3 bakal menghantarkan total daya Star Energy menembus angka 1 GW. Usai tahap tersebut, perseroan bakal melanjutkan ekspansi via penggarapan wilayah kerja baru demi mengejar capaian jangka panjang 2 GW.

“Geothermal justru prestasinya menambah terus karena teknologi berkembang, inovatif, efisiensi, itu semua bisa semakin meningkatkan produksi,” ujarnya.

Di samping membangun unit teranyar, Star Energy turut bertumpu pada peningkatan efisiensi serta pengoptimalan lapangan operasional yang sudah berjalan guna memperbesar kapasitas daya.

Salah satu proyek yang menjadi tumpuan lonjakan kapasitas tersebut yakni penggarapan PLTP Salak Unit 7. PT Star Energy Geothermal Salak Ltd. (SEGS) mematok target kapasitas terpasang PLTP Salak terdongkrak menjadi sekitar 443 MW pada Desember 2026 seiring dengan tuntasnya pembangunan Unit 7 berkapasitas 40 MW.

Terkini