Dampak Kabut Asap Kalimantan: Sejumlah Penerbangan Batal dan Delay

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:39:02 WIB
Ilustrasi Petugas melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar. [FOTO: NET].

JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengabarkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang Kalimantan hingga memicu kabut asap telah mengganggu sejumlah operasional penerbangan.

Dudy menceritakan, beberapa jadwal penerbangan mengalami penundaan (delay) atau bahkan harus dibatalkan demi menjamin keselamatan penerbangan serta penumpang.

“Memang di Kalimantan Barat itu banyak asap yang menghalangi jarak pandang penerbangan jadi beberapa penerbangan terpaksa harus dibatalkan,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Stasiun Manggarai, Jumat (21/8/2026).

Dirinya pun belum bisa memastikan kapan aktivitas penerbangan bakal kembali pulih di tengah pekatnya kabut asap yang masih menghalangi pandangan.

Dudy mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan transportasi alternatif seperti moda laut selama di Kalimantan. Pihaknya menegaskan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dan tidak memaksakan penerbangan.

“Pokoknya kalau transportasi harus memprioritaskan keselamatan. Kalau kondisi asap itu tidak menghalangi take off landing, kami persilakan. Tetapi kalau menghalangi sesuai dengan informasi BMKG, kami tidak lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus mengawasi pergerakan asap karhutla di Kalimantan berikut imbasnya terhadap kelancaran operasional di sejumlah bandar udara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa batas jarak pandang (visibility) menjadi salah satu indikator vital bagi keselamatan penerbangan. Jika jarak pandang berada di bawah standar operasional yang ditetapkan, maka penerbangan dapat ditunda, dialihkan, atau dibatalkan.

Pihaknya menginstruksikan seluruh pengelola bandar udara dan operator maskapai penerbangan untuk mengencangkan kewaspadaan serta rutin memantau perkembangan cuaca dan jarak pandang. Penyesuaian jadwal terbang bakal dieksekusi mengikuti kondisi terkini dan pertimbangan keselamatan, sehingga dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” kata Lukman.

Daftar Bandara dan Penerbangan Terdampak Kemenhub melaporkan bahwa serbuan asap pekat mengganggu aktivitas Bandara Singkawang (SKJ) hingga memicu pembatalan sejumlah penerbangan. Pada 16 Agustus 2026, kala jarak pandang menyusut di kisaran 3.000 meter, operasional TransNusa terdampak dengan membawa 174 penumpang rute Bandara Soekarno Hatta (CGK)-Bandara Singkawang (SKJ) serta 153 penumpang rute SKJ-CGK. Super Air Jet turut terdampak dengan memuat 180 penumpang rute CGK-SKJ dan 87 penumpang rute SKJ-CGK.

Lalu pada 18 Agustus, saat jarak pandang memburuk hingga rentang 2.000 meter, penerbangan TransNusa terdampak dengan masing-masing 174 penumpang pada penerbangan rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK. Adapun Super Air Jet terdampak dengan membawa masing-masing 180 dan 179 penumpang.

Selanjutnya pada 19 Agustus, saat jarak pandang di kisaran 2.500 meter, armada TransNusa terdampak membawa masing-masing 164 dan 165 penumpang untuk rute CGK-SKJ serta SKJ-CGK. Sementara Super Air Jet mencatatkan dampak pada masing-masing 180 penumpang di kedua rute tersebut.

Para penumpang terdampak memperoleh layanan penanganan berupa pengembalian dana utuh (full refund) atau perubahan tanggal keberangkatan (reschedule) tanpa biaya tambahan sampai 7 hari ke depan, mengikuti aturan maskapai.

Di Kalimantan Timur, pengawasan berlangsung di tujuh bandara, yaitu Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan. Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, serta Melalan tetap beroperasi normal, sedangkan bandara sisanya terus dipantau intensif.

Di Kalimantan Tengah, pemantauan menyasar Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, hingga Bandara Khusus Puruk Cahu. Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu beroperasi normal.

Namun imbas asap di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) mengakibatkan keterlambatan penerbangan maskapai NAM Air, yakni rute CGK-PKN dari jadwal awal 07.00 menjadi 08.50 WIB, PKN-SRG dari 07.30 mundur ke 09.38 WIB, SRG-PKN dari 10.15 berubah jadi 12.05 WIB, serta PKN-SUB dari 10.45 bergeser ke 12.34 WIB.

Di Kalimantan Utara, pemantauan menyisir Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan. Dari daftar tersebut, Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan dilaporkan tetap beroperasi normal, sedangkan sisanya masih terus dipantau.

Terkini