Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi dan Kompetensi Kerja

Senin, 24 Agustus 2026 | 05:18:32 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor berpandangan bahwa peningkatan keahlian dan kompetensi wajib berjalan secara beriringan dengan implementasi standar kerja, mutu pelayanan, etika profesi, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Semakin berkembang sebuah profesi, semakin besar pula tuntutan terhadap kompetensi, standar kerja, kualitas pelayanan, etika profesi, serta keselamatan dan kesehatan kerja,” ujar Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Lebih lanjut, Wamenaker mengatakan upaya ini perlu didorong melalui sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan keahlian tenaga kerja.

Menurut dia, sertifikasi kompetensi sangat dibutuhkan saat ini untuk memastikan tenaga kerja di bidang tertentu, termasuk bidang kecantikan (permanent makeup), agar memiliki kompetensi dan diakui sesuai standar yang berlaku.

Wamenaker pun mengapresiasi peresmian Perkumpulan Permanent Makeup Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Permanent Makeup Indonesia, yang ia sebut menjadi langkah penting untuk memastikan tenaga kerja di bidang kecantikan memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara luas.

Selain itu, ia menilai organisasi profesi memiliki peran dalam membangun jejaring, meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat pembinaan profesi, serta menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.

“Ke depan, kami berharap perkumpulan ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pelaku profesi, tetapi juga menjadi rumah bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) permanent makeup Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak pekerja di bidang permanent makeup bisa memperoleh pelatihan dan mengikuti sertifikasi kompetensi.

“Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri,” katanya.

Selain itu, Afriansyah menambahkan, bidang kecantikan tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan kesempatan kerja, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Di balik setiap profesi permanent makeup, ada keterampilan, kreativitas, ketelitian, dan keberanian untuk membangun usaha,” ujar dia.

Terkini