Riset Igloo: 92% Wisatawan RI Utamakan Perlindungan Medis, Polis Dibeli H-2 Keberangkatan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:50:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Kebiasaan membeli asuransi perjalanan di menit-menit terakhir masih mendominasi perilaku wisatawan Indonesia. Data Igloo menunjukkan jeda waktu median hanya dua hari antara penerimaan penawaran harga dan keputusan pembelian polis. Sebanyak 67% responden membeli asuransi dalam kurun waktu seminggu sebelum keberangkatan, dan 30% di antaranya bahkan baru membeli tepat pada hari-H.

Perilaku ini berbeda antara wisatawan domestik dan internasional. Wisatawan domestik rata-rata membeli polis satu hari sebelum berangkat, sementara mereka yang bepergian ke luar negeri menyisakan waktu lebih panjang, yakni enam hari.

Puncak Penjualan di Malam Hari dan Akhir Tahun

Data transaksi menunjukkan Rabu menjadi hari tersibuk dengan kontribusi 19% dari total penjualan. Sebaliknya, akhir pekan justru paling sepi—gabungan penjualan Sabtu dan Minggu hanya 17%. Waktu pembelian terbanyak terjadi antara pukul 18.00 hingga 20.00, dengan kode QR sebagai metode pembayaran utama yang menguasai 43% pangsa.

"Pembelian asuransi perjalanan di saat-saat terakhir menunjukkan wisatawan Indonesia tidak secara khusus merencanakan perlindungan perjalanan. Mereka membelinya saat ada hal yang mengingatkan mereka—biasanya pada malam hari, atau bahkan tepat pada hari keberangkatan," ujar Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo, Rabu (26/8).

Pola ini mendorong Igloo menghadirkan fitur agen berbasis obrolan bertenaga AI untuk memandu pelanggan dari pencarian informasi hingga penyelesaian pembelian. "Wawasan ini telah membentuk fitur AI terbaru kami," tambah Raunak.

Perlindungan Medis Dominan, Proteksi Covid-19 Ditinggalkan

Laporan yang disusun berdasarkan data transaksi satu tahun di igloo.co.id ini menempatkan perlindungan medis sebagai prioritas utama dengan persentase 92%. Angka ini jauh mengungguli perlindungan kematian akibat kecelakaan (62%), keterlambatan perjalanan (61%), kehilangan barang pribadi (60%), dan keterlambatan bagasi (54%).

Menariknya, perlindungan Covid-19 kini berada di posisi paling bawah dengan hanya 23% peminat. Padahal, fitur ini sempat menjadi unggulan produk perjalanan pada tahun-tahun sebelumnya.

November Jadi Bulan Puncak, Jepang Destinasi Terfavorit

Penjualan asuransi perjalanan mencapai puncaknya pada November dan Desember, seiring tren liburan akhir tahun. Angka penjualan November tercatat lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan. Sebaliknya, permintaan menurun pada April dan Mei karena periode pasca-Lebaran mendorong wisatawan memilih destinasi lebih dekat.

Dari sisi destinasi, perjalanan internasional menyumbang 65% dari total polis terjual. Jepang menjadi tujuan paling populer dengan porsi 26% dan rata-rata premi US$ 32 (sekitar Rp 567.608 dengan kurs Rp 17.737 per dolar AS). Tiongkok dan Malaysia menyusul dengan masing-masing 11%, diikuti Singapura 10% dan Thailand 9%.

Untuk perjalanan domestik, Malang memimpin dengan 31% polis, mengungguli Bandung dan Denpasar yang sama-sama mencatat 15%. Rata-rata premi tertinggi berasal dari perjalanan jarak jauh—ke Eropa mencapai US$ 50 per polis, sementara Australia dan kawasan Pasifik US$ 44. Durasi perjalanan menjadi faktor pembeda utama: perjalanan internasional rata-rata berlangsung delapan hari, sedangkan domestik hanya tiga hari.

Secara keseluruhan, 55% dari penawaran harga berujung pada pembelian polis. Tingkat konversi ini berfluktuasi mengikuti musim dan aktivitas kampanye pemasaran.

Terkini