JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia memproyeksikan proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Bekasi, Jawa Barat, selesai pada penghujung tahun 2027 hingga awal tahun 2028 mendatang.
CEO Danantara Investment Management (DIM) Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa PSEL Kota Bekasi ini dirancang guna menangani hingga 1.500 ton volume sampah setiap harinya.
“Kami berekspektasi juga insyaallah akhir 2027, awal 2028 sudah selesai. Jadi memang kami ngebut, lah,” ujar Pandu saat dijumpai awak media seusai peresmian proyek di lokasi, Rabu (26/8/2026).
Selanjutnya, ia menerangkan bahwa tahapan konstruksi PSEL dari permulaan ini ditargetkan berlangsung kurang dari 24 bulan, mencakup pula power purchasing agreement (PPA) atau kontrak jual beli tenaga listrik.
Berdasarkan pandangan Pandu, langkah tersebut mencerminkan keseriusan pihak mereka dalam menuntaskan permasalahan sampah di Nusantara yang berisiko memicu krisis secara cepat.
Melalui kehadiran proyek PSEL di Bekasi, Danantara membidik sekitar 70% atau setara dengan 500.000 volume sampah di wilayah perkotaan ini mampu dikelola secara terintegrasi setiap tahunnya.
Pandu memaparkan, dari aspek ekologis, PSEL Kota Bekasi turut diperkirakan sanggup memangkas emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) sampai 80% serta menekan emisi karbon sejumlah 640.000 ton setara CO2 per tahun.
Di samping itu, tenaga listrik yang dibangkitkan dari calon PSEL tersebut diarahkan guna memenuhi pasokan bagi 55.000 rumah tangga warga Kota Bekasi.
Membawa besaran investasi mencapai Rp3 triliun, Pandu mengemukakan bahwa inisiatif ini bakal membuka sekitar 1.000 kesempatan kerja hijau sekaligus memangkas kebutuhan lahan TPA kira-kira 90%.
“Permasalahan sampah bukanlah masalah yang hanya dialami oleh satu daerah atau satu orang saja. Permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kami semua,” pungkasnya.