CIMB Niaga Targetkan Pertumbuhan Kredit SME Capai 8% di 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 03:39:01 WIB
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan penyaluran kredit untuk segmen usaha kecil dan menengah (small and medium enterprise/SME) sebesar Rp27,01 triliun sepanjang semester I-2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 2,9% secara tahunan (yoy).

Head of Emerging Business Banking CIMB Niaga Tony Tardjo mengungkapkan bahwa ekspansi pembiayaan SME perseroan masih menemui kendala seiring dinamika pasar yang cenderung melambat. Kendati demikian, pihak bank tetap mampu menorehkan hasil yang positif.

"Kalau kita lihat data OJK, pertumbuhan SME memang masih slow. Alhamdulillah kita masih bertumbuh per Juni, kemarin kita bertumbuh 2,9% year on year. Walaupun agak slow, memang market-nya juga kelihatannya slow," ujar Tony di Jakarta, Rabu (26/8).

Tony memaparkan bahwa segmen SME memegang peranan vital dalam menggerakkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, berbagai stimulus dari pemerintah dipandang efektif untuk mengakselerasi ekspansi pembiayaan tersebut.

"Kita senang karena pemerintah juga banyak memberikan stimulus-stimulus untuk membantu pertumbuhan SME loan. Jadi memang kita juga berusaha dari perbankan, menggunakan program-program pemerintah, dan juga kita meluncurkan program-program dari CIMB Niaga," katanya.

Guna merangsang minat pembiayaan di kalangan pelaku usaha, CIMB Niaga menyediakan tingkat suku bunga yang kompetitif. Tony menyebutkan bahwa faktor suku bunga kerap menjadi kendala utama bagi para pelaku bisnis dalam memperoleh akses pembiayaan. 

Berbekal strategi ini, CIMB Niaga mematok target pertumbuhan kredit SME di kisaran 7% sampai 8% menjelang penutupan tahun 2026.

Melalui pencapaian portofolio senilai Rp27,01 triliun pada paruh pertama tahun ini, manajemen berharap volume pembiayaan tersebut dapat terdongkrak naik ke angka sekitar Rp28 triliun hingga Rp28,5 triliun pada akhir Desember mendatang.

Meskipun memburu target ekspansi, CIMB Niaga tetap konsisten mengutamakan prinsip kehati-hatian. Tony menyampaikan bahwa kualitas kredit SME saat ini berada dalam kondisi aman dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di bawah 4%.

"Kalau NPL tentunya serendah mungkin lebih baik. Saya terlalu ingin kalau bisa di bawah 3%, menurut saya itu yang secara keseluruhan untuk SME," ujarnya.

Demi merealisasikan target tersebut, pihak bank akan lebih selektif dalam menyaring debitur serta tetap menyuplai solusi bagi pengusaha yang menghadapi tekanan makroekonomi. Dari segi sektoral, Tony memandang lini perdagangan dan manufaktur skala SME mempunyai prospek cerah. 

Sektor perdagangan didominasi oleh unit toko serta ritel milik pelaku usaha kecil dan menengah, sementara sektor manufaktur berfokus pada industri skala SME alih-alih korporasi raksasa.

Peluang ekspansi juga terpantau di berbagai wilayah yang memiliki komoditas unggulan. Mengingat cakupan nasabah CIMB Niaga merentang dari wilayah Sumatera sampai Papua, diversifikasi geografis ini diandalkan mampu menjaga ketahanan portofolio SME.

"Kalau saya lihat memang kalau terutama di daerah yang komoditasnya pertumbuhan yang bagus, biasanya juga SME-nya cukup maju," tutur Tony.

Di samping pembiayaan, CIMB Niaga turut berkomitmen memenuhi beragam keperluan finansial nasabah SME lewat penyediaan produk penunjang, mulai dari simpanan tabungan, layanan pengelolaan kas (cash management), hingga proteksi asuransi. 

Menurut Tony, kebutuhan pebisnis tidak sekadar terbatas pada permodalan saja. Pemilik usaha memerlukan instrumen tata kelola keuangan yang mapan, sementara para pekerja membutuhkan fasilitas pendukung seperti pinjaman perorangan, KPR, sampai asuransi jiwa.

Atas dasar itulah, CIMB Niaga aktif menggalakkan program edukasi kepada para nasabah mengenai strategi ekspansi usaha, manajemen arus kas, serta perlindungan finansial pribadi.

"Kita bukan hanya menjual produk, kita ingin juga edukasi. Itu penting, cara membesarkan bisnis, menjaga cash flow, menjaga kebutuhan pribadi, melindungi pribadi seperti asuransi," pungkas Tony.

Terkini