Pieter Tanuri di Balik Akuisisi RS Hasna Medika oleh VISI Rp286 M

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00:33 WIB
PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC). (Foto: NET)

JAKARTA - Nama Pieter Tanuri muncul dalam rencana akuisisi PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) oleh PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI). Dalam transaksi tersebut, utang HMBC kepada Pieter Tanuri senilai Rp24,4 miliar akan dikonversi menjadi saham. 

Direktur Utama Satu Visi Putra David Dwiputra mengatakan rencana akuisisi HMBC merupakan bagian dari ekspansi usaha perseroan ke sektor kesehatan. VISI akan mengambil alih 72,91% saham HMBC melalui penerbitan saham baru dan pembelian saham eksisting.

“Rencana Pengambilalihan HMBC oleh Perseroan dilakukan dalam rangka rencana ekspansi usaha Perseroan yang selaras dengan strategi bisnis Perseroan,” kata David dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (26/8/2026).

Adapun, HMBC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang rumah sakit. Sementara itu, grup HMBC menjalankan kegiatan usaha di sektor kesehatan yang berfokus pada penyelenggaraan rumah sakit dan klinik. 

Dalam transaksi tersebut, VISI akan mengambil bagian atas 142.393 saham baru HMBC yang setara dengan 65% modal ditempatkan dan disetor HMBC. 

Selain itu, perseroan akan membeli 17.325 saham HMBC dari PT Hasna Medika Utama Group yang setara dengan 7,91% modal ditempatkan dan disetor setelah penerbitan saham baru. Dengan demikian, total kepemilikan VISI di HMBC setelah transaksi mencapai 72,91%.

Adapun nilai total transaksi pengambilalihan HMBC mencapai Rp286 miliar. Nilai tersebut setara dengan 159,63% dari ekuitas VISI yang tercatat sebesar Rp179,16 miliar berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025. 

Dengan nilai yang melebihi 50% ekuitas tersebut, rencana pengambilalihan HMBC dikategorikan sebagai transaksi material. VISI pun akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Bersamaan dengan rencana akuisisi tersebut, HMBC akan melakukan restrukturisasi dan konversi utang kepada Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi. Total utang yang akan dikonversi mencapai Rp33,45 miliar. 

Dari jumlah tersebut, porsi terbesar merupakan utang kepada Pieter Tanuri senilai Rp24,4 miliar. Sementara itu, utang kepada Darwin Cyril Noerhadi tercatat sebesar Rp8,4 miliar dan utang kepada Roy Himawan sebesar Rp647 juta. 

Seluruh utang yang diberikan hingga 31 Desember 2025 tersebut akan dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC. Saham baru tersebut akan diterbitkan kepada Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi secara proporsional berdasarkan nilai piutang masing-masing. 

Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi disebut sebagai pemegang saham dan/atau pengurus eksisting HMBC.

Di sisi lain, VISI juga berencana mengubah kegiatan usahanya menjadi perusahaan holding. Dengan perubahan tersebut, perseroan akan beroperasi secara eksklusif sebagai perusahaan induk, sedangkan kegiatan operasional akan dijalankan melalui anak usaha. 

Perubahan kegiatan usaha tersebut direncanakan berlangsung pada kuartal IV/2026, selambat-lambatnya pada 23 Oktober 2026, dengan tetap memperhatikan penyelesaian rencana pengambilalihan HMBC. 

Perseroan menyatakan perubahan kegiatan usaha dan pengambilalihan HMBC diproyeksikan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan, terutama melalui peningkatan pendapatan usaha dan laba bersih secara bertahap pada tahun-tahun mendatang.

Sebelumnya, PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI) mengumumkan telah memiliki pengendali baru setelah pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina masuk melalui PT Harmoni Semesta Investama. 

Perubahan pengendalian tersebut terjadi setelah PT Harmoni Semesta Investama mengakuisisi 1,9 miliar saham atau setara 61,85% saham VISI milik David Dwiputra pada 9 Juni 2026. 

Saham tersebut dibeli dengan harga Rp94 per saham sehingga nilai transaksi mencapai Rp178,75 miliar. 

Berdasarkan keterbukaan informasi, PT Harmoni Semesta Investama dimiliki oleh Nagita Slavina dengan porsi 51% dan Raffi Ahmad sebesar 49%. Adapun pemilik manfaat akhir perusahaan tersebut adalah Nagita Slavina Mariana Tengker.

"Pada tanggal 9 Juni 2026, perseroan telah diinformasikan oleh pemegang saham utama perseroan yakni David Dwiputra bahwa telah terjadi perubahan pengendalian pada perseroan yang disebabkan oleh dialihkannya 1.901.580.000 saham perseroan kepada PT Harmoni Semesta Investama, sehingga PT Harmoni Semesta Investama menjadi pengendali baru perseroan," tulis manajemen VISI dalam keterbukaan informasi, Rabu (10/6/2026).

Sebagai informasi, VISI pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Februari 2024 dengan melepas 615 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. 

Dalam penawaran umum perdana (IPO), VISI mematok harga Rp120 per saham dan menghimpun dana segar Rp73,8 miliar. Saat itu, saham perseroan mengalami kelebihan permintaan hingga 32,25 kali berdasarkan fixed allotment. 

VISI merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan bahan baku untuk percetakan digital, seperti banner, tinta, display, dan PVC board. Banner menjadi produk utama perseroan dengan kontribusi 92,94% terhadap pendapatan per 31 Agustus 2023.

Terkini