Megaproyek PLTS 100 GWp Dimulai, Pulau Sembur Jadi Percontohan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:23:32 WIB
PLTS Desa berkapasitas 1 MWp di Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau [FOTO: NET].

JAKARTA - Program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 Giga Watt peak (GWp) mulai direalisasikan pemerintah melalui peluncuran sederet proyek di pelbagai wilayah Indonesia. Salah satunya yakni PLTS Desa berkapasitas 1 MWp di Pulau Sembur, Batam, Kepulauan Riau, yang dikembangkan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) demi menyokong kebutuhan listrik masyarakat hingga menggenjot aktivitas ekonomi desa.

Adapun Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meresmikan pembangunan megaproyek PLTS dengan akumulasi kapasitas menyentuh 100 GWp tersebut di Monumen Operasi Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). 

Peresmian ini menjadi penanda dimulainya peluncuran sejumlah proyek PLTS, termasuk PLTS Pulau Sembur yang telah menginjak tahap commissioning pada 17 Agustus 2026.

Prabowo menegaskan bahwasanya ekspansi kapasitas energi terbarukan memegang peranan vital dalam mengokohkan ketahanan serta kemandirian energi nasional.

“Dengan 100 GW, kami akan menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Prabowo di Monumen Operasi, Gilimanuk, Bali, dikutip Rabu (26/8/2026).

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengutarakan bahwa PLTS Pulau Sembur bertindak sebagai salah satu manifestasi visi pemerintah dalam memacu kemandirian energi sekaligus memantapkan peran koperasi dan perekonomian desa.

“Hari ini kami menyaksikan visi kemandirian energi mulai terwujud. Pertamina bersama Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi, dan pemerintah daerah berhasil menghadirkan PLTS 1 MWp di Pulau Sembur, sekaligus memperkuat peran koperasi dan membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi desa,” ujar Oki.

Seirama dengan hal itu, Sekretaris Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Haris menyampaikan bahwasanya sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam merealisasikan agenda PLTS 100 GWp. PLTS Pulau Sembur bertindak sebagai salah satu percontohan eksekusi program tersebut.

“Kolaborasi perlu terus diperkuat dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk menyukseskan program 100 GWp. Karena kehadiran PLTS membawa manfaat nyata bagi masyarakat, seperti di Pulau Sembur yang kini dapat menikmati listrik 24 jam,” ujar Haris.

Sebagai gambaran, pembangunan PLTS Pulau Sembur dilangsungkan secara bertahap. Proyek ini melangsungkan groundbreaking pada 20 Desember 2025 dan melangkah ke tahap konstruksi pada 13 Maret 2026 sebelum tuntas mencapai commissioning pada 17 Agustus 2026.

PLTS berkapasitas 1 MWp tersebut dibekali Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1 MWh guna memasok kebutuhan energi warga Pulau Sembur.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis memaparkan bahwa proyek ini dirancang untuk menyetorkan kemanfaatan ekonomi di samping menyediakan akses energi bersih. Skema productive use of energy diterapkan dengan menyalurkan pasokan listrik yang tersedia demi menopang kegiatan produktif warga.

“PLTS Pulau Sembur menjadi contoh bagaimana energi bersih dapat menjadi penggerak aktivitas produktif masyarakat. Kehadiran listrik yang lebih andal akan mendukung pengembangan cold storage, ice maker, dan aktivitas ekonomi koperasi serta nelayan,” ujar John.

Sebelum PLTS resmi mengudara, sebagian warga Pulau Sembur yang belum terjangkau akses listrik masih mengandalkan generator set (genset) pribadi selama kisaran tiga hingga empat jam pada malam hari. 

Proyek ini difungsikan untuk memasok listrik bagi sekitar 200 kepala keluarga, termasuk 158 unit rumah, bersanding dengan pemenuhan sarana fasilitas umum serta kegiatan produktif warga.

Pengembangan PLTS ini dilengkapi pula dengan sarana ice maker berkapasitas 4 ton per hari serta cold storage berkapasitas 5 ton. Fasilitas penopang tersebut dialokasikan untuk menyokong jaringan rantai dingin hasil tangkapan perikanan dan denyut ekonomi masyarakat.

Pengoperasian PLTS diproyeksikan sanggup memangkas konsumsi bahan bakar minyak hingga berkisar 877 liter per hari atau setara 320.000 liter per tahunnya. Efisiensi anggaran bahan bakar diperkirakan menyentuh angka Rp3,5 miliar hingga Rp5 miliar per tahun. 

Dengan demikian, proyek Pulau Sembur menjadi wujud nyata aplikasi program energi terbarukan yang memadukan penyediaan daya listrik bersanding dengan pengembangan geliat ekonomi warga.

Terkini