Puan Koordinasi dengan Kemlu Atasi Asap Karhutla ke Negara Tetangga

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:07:31 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani. (Foto: NET)

JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani bersiap menjalin koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berkenaan dengan pengaruh buruk kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan yang turut dirasakan oleh sejumlah negara tetangga, di antaranya Malaysia serta Singapura.

Puan menyatakan bahwa langkah koordinasi tersebut amat diperlukan guna menjamin agar saluran komunikasi bersama pihak negara-negara terdampak dapat berjalan secara efektif, menyusul munculnya persoalan kabut asap karhutla yang melintasi batas teritorial negara.

"Ya nanti saya akan koordinasikan meminta kepada kementerian khususnya kementerian luar negeri untuk bisa melakukan komunikasi yang efektif dan baik untuk bisa memberikan masukan atau koordinasi terkait dengan hal ini karena biasanya terjadinya kebakaran di Kalimantan ini memang efeknya itu akan apa namanya... juga terdampaknya negara-negara tetangga," jelasnya di Kompleks Parlemen, Kamis (27/8/2026).

Menyangkut desakan penetapan status sebagai bencana nasional, Puan menuturkan bahwa pihak pemerintah pada saat ini telah menjalankan berbagai tahapan koordinasi dalam rangka menanggulangi karhutla. 

Walau demikian, DPR tetap mendesak pemerintah agar senantiasa melakukan langkah antisipasi serta menyiapkan penanganan karhutla yang jauh lebih efektif. 

Menurut pandangannya, penyelesaian masalah karhutla tidak boleh hanya berpusat pada saat peristiwa kebakaran berlangsung saja, melainkan wajib mencakup rangkaian upaya penanganan pascakebakaran, mulai dari mitigasi dampak terhadap sektor kesehatan serta pendidikan anak-anak hingga pemulihan kembali kawasan hutan beserta wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan.

"Saat ini kan sudah dilakukan... apa... langkah-langkah koordinasi untuk mengatasi hal tersebut, jadi saya rasa pemerintah sudah melakukan langkah-langkah yang harus dilakukan," katanya.

Ia turut menambahkan, pihak pemerintah juga mesti mencermati implikasi karhutla terhadap kesehatan maupun pendidikan anak-anak, sekaligus melaksanakan rehabilitasi atas hutan dan segenap kawasan yang terdampak oleh amukan api.

"Namun nanti pasca sesudah selesai kebakarannya itu apa yang akan dilakukan terkait dengan kesehatan, kemudian pendidikan anak-anak, dan rehabilitasi bukan hanya hutannya, tapi tempat-tempat yang terdampak oleh kebakaran tersebut," ucapnya.

Terkini