Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.744 per Dolar AS pada Kamis

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:34:32 WIB
Pegawai menunjukan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (27/8/2026).

Merujuk data Doo Financial Futures pada penutupan perdagangan Rabu (26/8/2026), mata uang Garuda terkoreksi tipis 0,01% atau 2 poin ke level Rp17.725 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Trading Economics, nilai tukar rupiah berada dalam tekanan menyusul meningkatnya sikap waspada pelaku pasar terhadap rencana aksi unjuk rasa berskala besar di Jakarta pada Kamis (27/8).

"Para pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi bulan Agustus pekan depan, mengingat risiko terkait fenomena El Niño memicu kekhawatan akan kenaikan harga pangan," tulis laporan tersebut, Rabu (26/8/2026).

Tidak hanya itu, perhatian pasar turut tertuju pada rilis data perdagangan periode Juli 2026, di tengah bayang-bayang tekanan eksternal dan dinamika ketidakpastian pasar energi dunia.

"Meski demikian, pelemahan mata uang ini sedikit tertahan oleh harapan akan keberlanjutan kebijakan di bawah Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengingat Bank Indonesia diperkirakan akan memprioritaskan stabilitas nilai tukar," lanjut laporan tersebut.

Secara terpisah, Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa para pelaku pasar keuangan masih terus mengamati perkembangan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Informasi terbaru dari media Rusia menyebutkan bahwa AS dan Iran semakin mendekati kesepakatan gencatan senjata.

Ibrahim menerangkan, fokus perhatian investor saat ini terarah pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Rabu serta pidato perdana Warsh sebagai Ketua The Fed dalam simposium Jackson Hole pada Jumat.

"Laporan PCE akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi. Presiden The Fed wilayah Boston, Susan Collins, menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk saat ini, dengan catatan inflasi terus menunjukkan kemajuan menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral," tandas Ibrahim.

Menyikapi deretan sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah pada perdagangan Kamis (27/8/2026) bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah di rentang Rp17.720 hingga Rp17.760 per dolar AS.

Perjalanan Pergerakan Nilai Tukar (Live Timeline):

09.06 WIB — Rupiah Dibuka Melemah

Pada pembukaan perdagangan pukul 09.05 WIB, rupiah terdepresiasi 0,29% atau 51 poin menuju level Rp17.776 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS terkoreksi 0,05% ke level 99,11.

11.03 WIB — Tekanan Terhadap Rupiah Berlanjut

Memasuki pukul 11.03 WIB, rupiah melemah 0,23% atau 41 poin ke posisi Rp17.766 per dolar AS. Indeks dolar AS turut melorot tipis 0,02% ke posisi 99,15.

13.15 WIB — Rupiah Terkoreksi 50 Poin

Pada pukul 13.15 WIB, pergerakan rupiah terkikis 0,28% atau 50 poin ke posisi Rp17.775 per dolar AS, sementara indeks dolar AS bergerak stagnan di posisi 99,16.

15.08 WIB — Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.744

Pada akhir sesi perdagangan pukul 15.10 WIB, rupiah resmi ditutup melemah 0,11% atau 19 poin ke level Rp17.744 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,14.

Terkini