BNPB Ungkap 19 Puskesmas di Flores Belum Beroperasi Penuh Pascagempa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:39:32 WIB
Kepala BNPB Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa sebanyak 19 puskesmas di daerah yang terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sampai saat ini belum berfungsi secara optimal. Situasi tersebut utamanya disebabkan oleh rasa cemas dari warga dan tenaga medis terhadap potensi gempa susulan.

Kepala BNPB Suharyanto menuturkan bahwa sebagian besar struktur bangunan puskesmas sebetulnya tidak mengalami kerusakan parah. Kendati demikian, masyarakat masih enggan mendapatkan perawatan di dalam gedung akibat trauma serta kekhawatiran akan adanya gempa susulan.

“Untuk kesehatan, saat ini hanya tinggal 19 puskesmas yang belum beroperasi penuh. Puskesmas-puskesmas ini rata-rata karena ketakutan akibat gempa susulan, bangunannya tidak terlalu rusak, tetapi masyarakat itu takut untuk dirawat di dalam rumah sakit,” kata Suharyanto ketika menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peninjauan penanganan dampak gempa bumi di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Guna memastikan layanan medis terus berjalan, pemerintah mendirikan tenda-tenda pelayanan di sekitar area fasilitas kesehatan yang terdampak. Berdasarkan keterangan Suharyanto, tercatat ada 122 tenda yang telah didirikan di depan puskesmas guna melayani warga yang memerlukan pengobatan tanpa harus memasuki gedung utama.

“Nah, ini juga kami bangun tenda-tenda di depan puskesmas, ada 122 tenda,” ujarnya.

Di samping tenda pelayanan kesehatan, pemerintah turut mengerahkan rumah sakit lapangan guna menggantikan peran rumah sakit yang mengalami kerusakan cukup berat. Suharyanto menyebutkan terdapat dua rumah sakit umum yang terdampak sehingga tidak mampu memberikan pelayanan pasien secara normal.

Pemerintah lantas mendatangkan rumah sakit lapangan ke dua titik, yakni Nagekeo serta Ruteng yang merupakan ibu kota Kabupaten Manggarai.

“Ada dua rumah sakit yang memang terdampak parah, rumah sakit umum karena tidak bisa melakukan pelayanan pasien di situ, kami sudah datangkan rumah sakit lapangan yaitu di Nagekeo dan di Ruteng,” ucap Suharyanto.

Pada saat Presiden Prabowo memastikan jumlah rumah sakit lapangan tersebut, Suharyanto menegaskan bahwa terdapat dua unit yang disiapkan.

“Dua rumah sakit lapangan. Ada di Ruteng dan di Nagekeo,” tuturnya.

Suharyanto turut menawarkan kepada Presiden Prabowo untuk meninjau secara langsung operasional rumah sakit lapangan yang berlokasi di Nagekeo.

Guna memperkuat sektor layanan kesehatan di kawasan terdampak, TNI Angkatan Laut pun mengerahkan dua unit kapal rumah sakit. 

Suharyanto memaparkan bahwa kapal rumah sakit KRI Dr. Soeharso telah memberikan pelayanan medis di Kabupaten Manggarai, sementara kapal rumah sakit Kesatria Airlangga telah beroperasi di wilayah Manggarai Timur.

“Dari Angkatan Laut juga mengirimkan dua kapal rumah sakit. Yang pertama adalah KRI Dr. Soeharso, ini sudah melaksanakan kegiatan di Kabupaten Manggarai, kemudian rumah sakit kapal Kesatria Airlangga sudah melaksanakan kegiatan di Manggarai Timur,” pungkasnya.

Presiden Prabowo kemudian mengonfirmasi kembali jumlah kapal rumah sakit yang diterjunkan.

“Dua kapal,” jawab Suharyanto kepada Prabowo.

Terkini