Mayat Pria Ditemukan di Ruang Roda Pesawat, Bandara Kuala Lumpur Siaga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:14:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Insiden penemuan mayat di area terbatas bandara kembali terjadi di kawasan Asia Tenggara. Sebuah pesawat yang mendarat di Terminal 2 (KLIA2) sekitar pukul 06.30 waktu setempat menjadi pusat perhatian setelah petugas menemukan jenazah pria di ruang roda pesawat pada pukul 06.55.

Bau Tak Sedap Menjadi Petunjuk Awal

Kronologi bermula saat petugas bandara mencium aroma menyengat yang berasal dari bagian bawah pesawat. Setelah dilakukan pemeriksaan, kompartemen roda pendaratan dibuka dan ditemukan sesosok jenazah yang diperkirakan berusia 20-an tahun.

Korban mengenakan celana jeans dan kemeja putih. Tidak ada dokumen identitas yang ditemukan di lokasi, sehingga pihak berwenang belum dapat memastikan identitas korban.

Tim Forensik Dikerahkan, Penyebab Kematian Masih Misteri

Polisi Bandara Kuala Lumpur segera melaporkan temuan ini kepada Kepolisian Kerajaan Malaysia. Tim forensik dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hasil awal pemeriksaan menunjukkan jenazah telah meninggal lebih dari 72 jam sebelum ditemukan. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kematian dan asal-usul korban. Jenis kelamin korban juga belum diumumkan secara resmi.

Maskapai yang mengoperasikan penerbangan dari Jepang tersebut juga belum diungkap ke publik. Begitu pula dengan detail keberangkatan, apakah dari Bandara Haneda atau Narita.

Bukan Kali Pertama: Fenomena Penumpang Gelap

Kejadian serupa bukanlah hal baru dalam dunia penerbangan. Pada Juni 2026, jenazah seorang pria ditemukan di ruang roda pesawat Air Arabia setelah terbang dari Maroko dan tiba di Bandara Gatwick, Inggris.

Sebelumnya, pada Desember 2024, jenazah pria juga ditemukan di bagian roda pendaratan pesawat United Airlines yang baru tiba dari Chicago, Amerika Serikat.

Ruang roda pesawat merupakan kompartemen di bagian bawah yang menyimpan roda pendaratan beserta perangkat pendukungnya saat pesawat terbang. Area ini sangat berbahaya bagi manusia karena tidak memiliki tekanan udara dan suhu yang ekstrem selama penerbangan di ketinggian.

Apa yang Perlu Diketahui Publik?

Bagi masyarakat awam, fenomena ini menjadi pengingat akan ketatnya prosedur keamanan bandara. Meski kasus penumpang gelap di ruang roda jarang terjadi, insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan di area perimeter bandara.

Pihak kepolisian Malaysia masih menunggu hasil pemeriksaan forensik lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban dan memastikan penyebab kematiannya. Informasi resmi akan disampaikan setelah penyelidikan selesai.

Terkini