JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) terus membuka peluang guna menerbitkan obligasi di paruh kedua tahun 2026. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyatakan, langkah tersebut dijalankan sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan sekaligus guna menyokong kebutuhan ekspansi pembiayaan.
Kendati demikian, eksekusinya bakal disesuaikan dengan tingkat likuiditas perusahaan serta situasi pasar tatkala surat utang tersebut dirilis.
Ristiawan mengungkapkan, terdapat sejumlah elemen yang menjadi bahan pertimbangan perseroan dalam meluncurkan obligasi. Aspek-aspek tersebut mencakup dinamika yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) beserta pasar obligasi, besarnya minat investor, hingga pricing yang mampu didapatkan.
"Ditambah, faktor kebutuhan pendanaan perusahaan, serta optimalisasi struktur dan tenor pendanaan," ujar Ristiawan, belum lama ini.
Catatan hingga Juli 2026 menunjukkan, perusahaan pembiayaan yang berada di bawah naungan Bank CIMB Niaga ini sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap I Tahun 2026 senilai Rp 200 miliar.
Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari skema Penawaran Umum Berkelanjutan yang membidik target perolehan dana hingga mencapai Rp 5 triliun.
Di samping obligasi, pada Maret 2026 lalu, CNAF turut merilis sukuk senilai Rp 900 miliar yang menjadi bagian dari Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap IV Tahun 2026.