Bisnis Pembiayaan Syariah Tumbuh 9,14% di Semester I-2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:22:32 WIB
Ilustrasi - Pembiayaan syariah. (Foto: NET)

JAKARTA - Kinerja sektor pembiayaan syariah tercatat masih mampu melampaui pencapaian industri multifinance secara keseluruhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kenaikan piutang pembiayaan syariah melalui perusahaan pembiayaan meningkat sebesar 9,14% atau mencapai Rp31,98 triliun pada paruh pertama tahun 2026.

Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet berpandangan bahwa pembiayaan syariah memiliki fondasi yang lebih kokoh pada sektor pembiayaan ritel, kendaraan seken, serta keperluan rumah tangga. Situasi ini berlainan dengan sektor pembiayaan kendaraan konvensional yang terpantau masih mengalami tekanan.

Kendati pada semester pertama 2026 berbagai momentum seperti bulan puasa, hari raya, perjalanan ibadah haji dan umrah serta lonjakan belanja turut mengerek pembiayaan syariah, faktor musiman tersebut dinilai belum memadai untuk merumuskan pemicu utama kenaikan itu. 

Secara ringkas, tren pembiayaan syariah sebenarnya sudah tampak sejak tahun sebelumnya yang menurut Yusuf dapat dimaknai sebagai wujud kecenderungan nasabah terhadap pembiayaan bernuansa syariah.

Di sisi lain, ragam produk pembiayaan berprinsip syariah juga semakin kaya serta jangkauan distribusinya bertambah luas. Ditambah lagi, skema pembiayaan murabahah tergolong lebih sederhana untuk dipahami serta banyak dimanfaatkan untuk sektor otomotif dan rumah tangga.

Meskipun demikian, ia memproyeksikan sektor pembiayaan syariah pada semester kedua 2026 akan mengalami laju pertumbuhan yang lebih terkendali. "Karena tidak ada lagi dorongan Ramadan dan Lebaran,” katanya.

Sektor pembiayaan umrah, kendaraan bekas, serta ritel diprediksi tetap menjadi penyokong utama pembiayaan manakala industri secara umum masih menghadapi kendala daya beli dan mutu kredit. 

Berbekal situasi tersebut, ia menilai pembiayaan syariah multifinance berpotensi terus berekspansi di kisaran high single digit hingga low double digit sampai penghujung tahun atau tetap melampaui pertumbuhan industri multifinance secara umum.

Walau demikian, terdapat tantangan yang tetap wajib dicermati oleh para pelaku industri, yakni mempertahankan kualitas pembiayaan supaya ekspansi tidak sekadar mengejar angka volume semata, khususnya tatkala tingkat risiko kredit di dalam industri menunjukkan tren kenaikan.

Terkini