EDUKASIEKONOMI.COM — Kecurigaan warga Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, akhirnya terjawab sudah. Gedung yang mereka duga digunakan untuk aktivitas mencurigakan pada malam hari itu terbukti menjadi markas kasino setelah digerebek Bareskrim Polri pekan lalu.
Polisi Akui Kecurigaan Warga Berawal dari Aktivitas Malam Hari
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengungkapkan bahwa pola aktivitas di gedung tersebut yang menjadi petunjuk awal. Warga melaporkan keluar masuk orang justru ramai saat malam, sesuatu yang tidak lazim untuk gudang atau tempat usaha biasa.
"Waktu itu aktivitasnya tiap malam ada keluar masuk itu saja. Padahal kalau pertokoan atau gudangan pabrik (bongkar muat) dilakukan di siang hari. Ini kebanyakan di malam hari," ujar Anggaito, Minggu (30/8).
Sempat Kedatangan Tim Gabungan Dua Bulan Lalu
Menariknya, ini bukan kali pertama aparat mendatangi gedung tersebut. Sekitar dua bulan sebelum penggerebekan Bareskrim, tim gabungan dari Polres Sukoharjo, Kodim, dan Satpol PP pernah memeriksa lokasi atas laporan warga yang sama.
Saat itu, pemeriksaan tidak menemukan aktivitas mencurigakan. Petugas hanya diperlihatkan area depan gudang oleh penjaga, sementara aktivitas kasino ternyata berlangsung di bagian belakang bangunan.
"Sekitar dua bulan lalu kami datangi lokasi bersama tim gabungan. Waktu itu tidak ada kegiatan (kasino). Kemudian kemarin ada kegiatan lagi. Jadi kami perkirakan itu (kasino) sudah beroperasi sekitar 4-5 bulanan," kata dia.
Dari pengalaman itu, Anggaito mengakui ada kekurangan dalam pengecekan sebelumnya. "Itu kekurangan dari kami untuk lebih teliti lagi lakukan pengecekan," pungkasnya.
30 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Dari total 71 orang yang diamankan dalam penggerebekan Jumat malam itu, polisi menetapkan 30 orang sebagai tersangka. Mereka tidak semuanya berasal dari Sukoharjo.
"Ada 71 orang diamankan. Dan 30 orang menjadi tersangka. Tidak semua warga Sukoharjo," jelas Anggaito.
Seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kini diamankan di Mapolres Sukoharjo. Sebagian lainnya dibawa langsung oleh tim Bareskrim Polri untuk kebutuhan penyidikan lebih lanjut.