JAKARTA — Perhelatan olahraga Merdeka Run 2026 yang dilangsungkan di ibu kota pada hari Sabtu guna memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 turut dimeriahkan oleh kehadiran para atlet nasional serta pelari berkursi roda.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat Presiden di Jakarta, peserta asal DKI Jakarta bernama Fandi Akhmad berhasil keluar sebagai finis pertama untuk kategori kursi roda dan menilai pencapaian tersebut sebagai momen yang luar biasa.
“Sangat bangga ya, karena ini pengalaman kesekian ikut fun run. Jadi saya sangat senang sekali,” ujar Fandi seusai menyelesaikan lomba.
- Baca Juga World Bank: 64,2% Warga RI Rentan Miskin
Fandi menyampaikan bahwa diadakannya kategori khusus kursi roda dalam ajang Merdeka Run 2026 membuka kesempatan yang lebih luas bagi kalangan penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi dalam event olahraga.
Menurut pandangannya, keikutsertaan kategori tersebut menjadikan perayaan pesta olahraga menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI terasa jauh lebih inklusif bagi semua kalangan.
Fandi menaruh harapan besar agar peluang untuk berpartisipasi pada kompetisi lari serupa dapat terus dibuka serta merangkul lebih banyak penyandang disabilitas ke depannya.
Pengalaman yang berkesan turut dialami oleh Wini Nurkustiah asal Cikarang yang perdana mengambil bagian dalam ajang Merdeka Run.
Berkat rutinitas latihan mandiri setiap hari di kediamannya, Wini sukses mengamankan posisi sebagai finis kedua untuk kategori kursi roda.
“Sangat excited banget, Kak. Ini pengalaman pertama saya ikut ini,” kata Wini.
Di tengah semaraknya perayaan kemerdekaan, Wini mengimbau kepada rekan-rekan sesama penyandang disabilitas agar senantiasa menjaga semangat serta percaya pada potensi diri masing-masing.
Di sisi lain, pelari senior berprestasi Agus Prayogo sukses menyabet posisi finis pertama untuk kategori master putra atau peserta pria berusia 40 tahun ke atas.
Kendati perhelatan Merdeka Run telah menginjak tahun penyelenggaraan yang kedua, momen kali ini menjadi debut bagi Agus dalam mengikuti kompetisi tersebut.
Ia mengaku menikmati kondisi jalur lintasan yang steril serta cenderung datar, ditambah sambutan hangat dari warga di sepanjang rute lari.
“Saya senang banget pagi ini, rutenya steril, rutenya cenderung flat. Kemudian antusias dari masyarakat sangat luar biasa,” kata Agus.
Agus menilai atmosfer perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menghadirkan kesan yang mendalam baginya. Ia berharap agar Merdeka Run bisa rutin digelar setiap tahun dan dinantikan oleh para penggiat lari dari berbagai penjuru tanah air.
Pelari profesional Odekta Elvina Naibaho juga merasakan besarnya energi dan dukungan dari para peserta serta penonton di sepanjang jalur setelah dinobatkan sebagai finis pertama kategori umum putri.
Odekta mengungkapkan bahwa teriakan nama dari para peserta serta penonton di sepanjang rute memberikan sensasi tersendiri saat ia melaju menuju garis akhir.
Ia mengharapkan atmosfer positif serupa dapat kembali meramaikan edisi mendatang serta memotivasi bibit-bibit atlet muda di berbagai wilayah agar pantang menyerah dan terus mengukir prestasi.
“Mudah-mudahan kalian motivasinya semakin tinggi, bisa melampaui prestasi Kak Odek, dan tetap semangat apa pun kondisinya. Jangan patah semangat bahwa semua orang bisa jadi apa pun,” ujarnya.
Pelaksanaan Merdeka Run 2026 berhasil menyatukan berbagai kalangan peserta dari beragam latar belakang, mulai dari kelompok penyandang disabilitas hingga atlet profesional, dalam satu panggung olahraga guna merayakan hari kemerdekaan.
Adanya kategori khusus kursi roda ini membuktikan komitmen penyelenggara dalam memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas agar bisa aktif berolahraga bersama masyarakat umum.