Atasi Kekeringan di Sumbawa, PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi

Selasa, 01 September 2026 | 18:36:31 WIB
Ilustrasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 25 ribu liter air irigasi untuk menyelamatkan 18,6 hektare sawah yang terdampak kekeringan di di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalirkan 25 ribu liter air irigasi guna menyelamatkan 18,6 hektare persawahan yang melakoni dampak kekeringan di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan Kementerian PU secara berkesinambungan memperkokoh kesiapsiagaan maupun respons atas dampak musim kemarau, termasuk via optimalisasi sumber daya air yang ada demi merawat keberlanjutan pasokan irigasi untuk warga.

"Air merupakan fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Kementerian PU konsisten memperkuat penanggulangan imbas kekeringan di sektor pertanian dengan menggaransi ketersediaan air bagi kawasan persawahan yang terdampak.

Lewat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I Mataram, Kementerian PU memasok 25.000 liter air irigasi untuk menyokong penyelamatan tanaman padi dari bayang-bayang ancaman gagal panen di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pengiriman air irigasi dieksekusi di Daerah Irigasi (DI) Mamak, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Proses penyaluran memanfaatkan satu unit armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang beroperasi sebanyak lima kali pengangkutan.

Air itu dialokasikan untuk membasahi lahan persawahan seluas 18,6 hektare yang terbelit kekeringan dan berpotensi memicu gagal panen. Sebanyak 40 petani yang menggarap tanaman padi pada Musim Tanam (MT) II menjadi penerima manfaat dari aksi ini. Kala distribusi digulirkan, usia tanaman padi rata-rata sudah menyentuh kisaran 70 hari.

Langkah distribusi air ini merupakan bentuk respons Kementerian PU dalam membantu petani yang lahannya terdampak kekeringan. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengupayakan pemenuhan kebutuhan air, terutama pada areal yang masih dapat diselamatkan.

DI Mamak mengover area cakupan layanan seluas kurang lebih 3.800 hektare dengan pasokan utama berasal dari Bendungan Mamak.

Pada kondisi kemarau, jalur alternatif sumber air turut diikhtiarkan via Sungai Lape dengan mengoperasikan pemompaan air buangan irigasi demi menopang hajat air di area pertanian.

BBWS Nusa Tenggara I bakal terus mengusahakan pasokan air secara berkala seturut situasi ketersediaan sumber air.

Terkini

Pemprov Jabar Bakal Perkuat Kompetensi SAR Bencana hingga Desa

Selasa, 01 September 2026 | 21:48:02 WIB

BPS Catat NTP Agustus 2026 Naik 1,05% Menjadi 129,19

Selasa, 01 September 2026 | 21:41:32 WIB

Rincian Bansos Cair September 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Selasa, 01 September 2026 | 21:35:02 WIB