Kinerja ADMR Tumbuh Dobel Digit, Laba Bersih Tembus Rp3,12 Triliun

Selasa, 01 September 2026 | 23:40:02 WIB
Logo PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) [FOTO: NET].

JAKARTA — Entitas pertambangan batu bara milik keluarga Thohir, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) mencatatkan performa positif sepanjang semester I/2026, dengan perolehan pendapatan serta laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak dua digit.

Merujuk laporan keuangan interim perseroan, perolehan pendapatan usaha ADMR menyentuh US$583,88 juta atau berkisar Rp10,45 triliun (berpatokan kurs Rp17.899 per dolar AS) per 30 Juni 2026, terangkat berkisar 31,52% jika dibandingkan capaian US$443,94 juta pada kurun waktu yang sama di tahun terdahulu.

Laju peningkatan pendapatan itu berbanding lurus dengan pertumbuhan laba. ADMR mengantongi laba periode berjalan senilai US$162,57 juta, merangkak naik dari posisi US$138,89 juta pada semester I/2025.

Sementara itu, perolehan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menembus US$174,18 juta atau setara Rp3,12 triliun (berpatokan kurs Rp17.899 per dolar AS).

Capaian laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut melonjak berkisar 23,97% dibanding torehan US$140,50 juta pada semester I/2025.

Dari aspek neraca keuangan, akumulasi aset ADMR per 30 Juni 2026 menyentuh US$4,13 miliar, melesat 86,88% dibanding posisi US$2,89 miliar pada penutupan 2025.

Eskalasi nilai aset tersebut utamanya disokong oleh pos aset tidak lancar yang menyentuh US$2,92 miliar. Di sisi lain, pos aset lancar membukukan US$1,21 miliar.

Kendati demikian, langkah ekspansi tersebut dibarengi pula dengan peningkatan liabilitas. Akumulasi liabilitas ADMR menyentuh US$2,34 miliar, melambung signifikan dibanding angka US$1,17 miliar pada akhir 2025.

Rincian liabilitas itu mencakup liabilitas jangka pendek sebesar US$766,68 juta dan liabilitas jangka panjang senilai US$1,58 miliar.

Adapun akumulasi ekuitas ADMR menyentuh US$1,79 miliar. Dari jumlah tersebut, ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$1,63 miliar, sedangkan porsi kepentingan nonpengendali sebesar US$154,63 juta.

Terkini