Tips Merawat Mobil Saat Cuaca Panas agar Tetap Prima

Selasa, 01 September 2026 | 01:20:31 WIB
Ilustrasi: Mekanik sedang merawat kendaraan konsumen [FOTO: NET].

JAKARTA - Kondisi cuaca panas menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Situasi ini perlu menjadi perhatian pemilik kendaraan karena suhu tinggi dan paparan debu dapat memengaruhi kinerja berbagai komponen mobil.

Auto2000 dalam keterangan resminya, Selasa, menjelaskan bahwa cuaca panas membuat sistem pendinginan kendaraan bekerja lebih berat, terutama saat mobil terjebak kemacetan.

Ketika kendaraan berhenti, aliran udara yang masuk ke radiator dari arah depan menjadi lebih sedikit sehingga proses pelepasan panas dari ruang mesin tidak seefektif saat mobil melaju.

Kondisi tersebut turut meningkatkan beban kerja oli mesin yang berfungsi membantu menjaga temperatur komponen melalui sirkulasi pelumas.

Suhu lingkungan yang tinggi dalam jangka waktu lama juga berpotensi mempercepat penurunan kualitas pelumas apabila perawatan kendaraan tidak dilakukan secara rutin.

Selain sistem pendinginan dan pelumasan, meningkatnya paparan debu selama musim kemarau juga dapat mengganggu kinerja sejumlah komponen kendaraan.

Berikut beberapa bagian yang perlu mendapat perhatian selama musim kemarau:

Sistem pendingin

Periksa kondisi radiator, selang, tutup radiator, reservoir, serta kipas pendingin. Pastikan tidak ada kebocoran, karat, maupun perubahan pada cairan pendingin. Volume coolant juga harus dijaga sesuai rekomendasi pabrikan.

Oli mesin

Pastikan volume oli tetap sesuai anjuran dan lakukan pemeriksaan kondisi pelumas secara berkala. Penggantian oli sebaiknya mengikuti interval servis agar kemampuan pelumasan dan pengendalian suhu mesin tetap optimal.

Filter udara

Paparan debu yang tinggi membuat filter udara lebih cepat kotor atau tersumbat. Kondisi ini dapat mengurangi pasokan udara ke mesin sehingga memengaruhi performa kendaraan. Filter bahan bakar dan filter oli juga perlu diperiksa sesuai jadwal perawatan.

Ban

Suhu aspal yang tinggi membuat ban bekerja lebih berat. Pengendara perlu mengecek tekanan angin, kondisi telapak, serta dinding ban. Ban yang aus, rusak, atau memiliki tekanan tidak sesuai berisiko menimbulkan masalah saat perjalanan jauh.

Sistem rem

Periksa ketebalan kampas rem, kondisi selang, pipa, sambungan, serta cairan rem. Debu dan kotoran yang menumpuk juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu kinerja sistem pengereman.

Sistem AC

Kinerja AC menjadi semakin penting ketika suhu lingkungan meningkat. Karena itu, filter kabin dan kondensor perlu dijaga kebersihannya agar sirkulasi udara dan proses pelepasan panas tetap berlangsung optimal.

Pemilik kendaraan juga disarankan melakukan pemeriksaan berkala, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh. Perawatan sejak dini dapat membantu mendeteksi potensi kerusakan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Terkini

Harga TBS Sawit Petani Swadaya Riau Naik Tipis Pekan Ini

Selasa, 01 September 2026 | 03:42:31 WIB

Destry Damayanti Pastikan Stabilitas Jadi Prioritas Utama BI

Selasa, 01 September 2026 | 03:39:03 WIB

Puan Akui Kekurangan DPR, Jadikan Kritik Warga Bahan Evaluasi

Selasa, 01 September 2026 | 03:25:32 WIB

Tanggapan Menkes Soal Usulan Pendapatan Minimum Dokter IDI

Selasa, 01 September 2026 | 03:22:02 WIB